BanjarmasinPost/

Travel Guide

Bisakah Kalsel Dibuat Kampung Warna-warni untuk Daya Tarik Wisata?

Kampung warna warni tiu kini menjadi destinasi wisata yang pengunjungnya tidak saja wisatawan lokal, melainkan juga wisatawan asing.

Bisakah Kalsel Dibuat Kampung Warna-warni untuk Daya Tarik Wisata?
KOMPAS.com
Kampung Warna-Warni di Kali Brantas Malang 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jika ke Kota Malang, Jawa Timur, ada yang dibuat penasaran bagi yang datang ke daerah ini, yaitu jika tidak berkunjung ke Kampung Warna-warni dan Kampung Tiga Dimensi yang terletak di pinggiran sungai Brantas, maka seperti pribahasa mengatakan masih belum ke Kota Malang sungguhpun sudah berada di kota ini.

Ketika kampung ini belum dicat warna-warni, tempat ini jangankan ingin masuk ke dalamnya, melirikpun agak enggan karena tempatnya kumuh, bangunan rumah tidak teraratur di pinggir kali yang airnya tahu sendiri, sudah keruh, bau, akibat kali tempat bunga air besar dan sampah limbah rumah tangga bagi mereka yang hidup di pinggir kali ini.

Setelah perumahan kumuh ini disulap dalam arti bukan sim salabim langsung jadi, tetapi direkayasa dijadikan tempat indah oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, maka jadilah siapa saja yang lewat di sini mata selalu melirik ke Kampung

Warna-warni atau Kampung Tiga Dimensi yang sangat jelas jika dilihat dari jalan lewat jembatan Gatot Subroto. Apalagi obyek kampung ini berada di bawah, maka mata akan melihat kumpulan warna-warna bangunan tidak atap rumah saja, melainkan dinding, pintu, tangganya penuh warna. Ibarat pelangi berada menutupi lokasi perumahan awalnya kumuh di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.

Bahkan kini menjadi destinasi wisata yang pengunjungnya tidak saja wisatawan lokal, melainkan juga wisatawan asing seperti Amerika, Belanda, Finlandia, Inggris, Jepang dan negara Asia Tenggara dan Asia Pasifik dan lainnya.

Kampung Warna-Warni di Kali Brantas Malang
Kampung Warna-Warni di Kali Brantas Malang (Pinterest.com)

Bagi wisatawan domestik alias ilokal atau asing tentunya untuk membuktikan bahwa mereka pernah masuk ke lingkungan kampung unik ini, mengabadikan dengan foto, video yang di share ke face book, video dan lainnnya.

Sehingga Kota Malang menambah satu perbendaharaan untuk menarik wisatawan yang sebelum tempat ini dibuat menarik sudah ada tempat wisata seperti Daerah Batu dan sedikit wisata agrobisnis yaitu memetik apel di dalam kebun Apel. Atau transit mau wisata alam Gunung Bromo.

Pemerintah Daerah Kota Malang sangat cerdas, mereka agar bisa Kampung Warna-warni dan Tiga Dimensi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik, maka memasukan agenda perjalanan wisata ke lokasi ini dengan event organisasi. Sehingga jangan terkejut jika ada sekelompok orang berseragam masuk kampung penuh warna-warni ini, seperti juga peserta Press Gathering MPR RI yang meninjau kampung pada 29 Juli 2017.

Nah bisakah contoh Kampung Warna-warni dan Tiga Dimensi ini dibuat juga di Kalimantan seperti di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang kehidupan masyarakatnya kebanyakan di pinggir Sungai Barito. Setidak-tidaknya dengan rumah warna-warni, makan di warung khas Banjarmasin, Soto Banjar, Ikan Bakar dan Ayam Bakar, plus kue-kue khas dari daerah ini, tentunya akan lebih menambah lagi tempat wisata di Banjarmasin, selain lokasi Pulau Kembang tempat habitat monyet atau Pasar Terapung.

Bahkan dari akses transportasi, dengan ada kampung penuh warna ini, tentunya di lokasi yang disulap menarik mata di Banjarmasin akan menghidupkan para ojek perahu kecil yang dikenal oleh masyarakat Banjarmasin dengan nama Jukung.
Ide ini juga bisa diterapkan di Palangka Raya di pinggiran sungainya. Sehingga terciptalah nuansa kehidupan penuh gairah dengan dibalut warna lingkungan.

Halaman
12
Penulis: Murjani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help