Berita Nasional

Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 Diluncurkan Kemenpar, Ini Kriterianya

Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 untuk membangun Restoran di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas diluncurkan di Balairung Soesilo Sudarman.

Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 Diluncurkan Kemenpar, Ini Kriterianya
(KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO)
Kapal bersandar di Pulau Dodola, Morotai, Maluku Utara, Jumat (14/9/2012). Pulau Dodola merupakan salah satu objek wisata di Morotai yang sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah. ( KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 untuk membangun Restoran di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas diluncurkan di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jakarta, Rabu (2/8/2017). Sayembara ini diinisiasi Kementerian Pariwisata, BEKRAF, dan PT Propan Raya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 bertujuan untuk membuat desain pada tingkat gagasan yang akan dijadikan rujukan desain arsitektur nusantara bagi masyarakat dan investor dalam membangun restoran di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

"Misal jika berwisata ke Bali, pasti indentik dengan desain restoran yang ada di bali. Saat Berwisata ke Sumatera Barat bangunan rumah khas Sumatera Barat juga sangat identik," ujar Arief Yahya dalam siaran persnya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, inisiasi itu merujuk setelah sukses menggelar Sayembara Desain Homestay Nusantara pada 2016.

"Serta mendukung program Kemenpar dalam mengembangkan 10 destinasi pariwisata  prioritas sebagai ‘Bali Baru” seperti yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo,” ujar Arief Yahya yang didampingi pemilik PT Propan Raya Hendra Adidarma, saat peluncuran Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017.

Mengenai kriteria sayembara, Menpar menjelaskan, kriteria mencakup beberapa faktor. Seperti desain bangunan harus mengambil inspirasi kelokalan yaitu aspek eksterior dan interior. 

Desain bangunan harus memperhatikan aspek ramah lingkungan dan konsep perancangan menggunakan material daerah setempat.

“Tidak hanya itu saja pengaturan tata ruang yang fungsional, efisien sesuai ketentuan operasional restoran, higienitas, sanitasi, dan keamanan harus diperhatikan. Hal yang paling penting juga sistem pengolahan limbah harus baik. Identitas kuliner lokal (otentik) dan penyajian, serta suasana budaya setempat,” ujarnya.

Sementara itu Yuwono Imanto, Direktur Propan Raya selaku  panitia pelaksana sayembara mengatakan, antusiasme peserta dalam Sayembara Desain Restoran Nusantara kali ini diharapkan dapat melebihi antusias peserta pada Sayembara Desain Homestay Nusantara 2016.   

Sayembara  Desain Restoran Nusantara 2017 bersifat terbuka bagi sarjana arsitektur, baik anggota IAI maupun bukan anggota IAI, baik perorangan maupun kelompok/tim. Sebanyak 30 finalis akan mendapatkan hadiah total Rp 1 miliar.

Untuk pemenang  pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp 50 juta, pemenang kedua Rp 30 juta, dan ketiga Rp 20 juta. Pendaftaran dapat dilakukan melalui alamat email arsitekturnusantara.propanraya.com.

Juri Kehormatan dalam sayembara ini antara lain Yori Antar (Arsitek Profesional), Eko Alvares (Arsitek Profesional), Hary Santosa Sungkari (Deputi Bidang Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif), Joko Suyono (Praktisi dan Akademisi bidang restoran), Haryadi BS Sukamdani (Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran), dan Frans Teguh (Kementerian Pariwisata).

Menurut recana pemberian penghargaan ISTA 2017 dan pengumuman pemenang Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017 akan dilaksanakan pada September 2017 di Jakarta. (*)

Berita ini sudah dipublikasikan di Kompas.com berjudul: Kemenpar Luncurkan Sayembara Desain Restoran Nusantara 2017

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved