Lifestyle

Instruktur Zumba Ini Pilih Latih Senam Warga Pinggiran

Zin Evie selalu bersemangat dan tersenyum ceria ketika mengajak dan menyemangati para peserta zumba untuk menggerakkan tubuh mengikuti irama musik.

Instruktur Zumba Ini Pilih Latih Senam Warga Pinggiran
Halaman 13 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak (6/8/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - "Kaki kanan dan kiri maju mundur sambil tangan menepuk ke depan. Ayo hup..hup...hup..," pekik Zin Evie kepada para pezumba yang berada di belakangnya di sanggar zumbanya di Jalan Martapura Lama, Sungailulut, Banjarmasin.

Zin Evie adalah seorang instruktur zumba yang sangat energik. Ia selalu bersemangat dan tersenyum ceria ketika mengajak dan menyemangati para peserta zumba untuk menggerakkan tubuh mengikuti irama musik.

Perempuan cantik bernama lengkap Evie Januar ini merupakan salah satu istruktur zumba ternama di Kalimantan Selatan. Meski namanya belum begitu familiar, namun Zin Evie ternyata cukup populer di luar Banua ini.

"Di Banjarmasin, saya hanya sebatas menjadi instruktur di sanggar. Hampir tidak pernah tampil di luar. Saya justru banyak tampil menjadi instrtuktur zumba di luar daerah," ucap Zin Evie kepada BPost, kemarin.

Mengapa lebih banyak tampil di luar? Ternyata Zin Evie punya alasan tersendiri yang elegan.
Dirinya ingin memberi kesempatan kepada pezumba yang lebih muda untuk berkreasi di Banjarmasin. Karena itu, dirinya lebih banyak beraktivitas di luar daerah.

"Sebelum zumba, saya instruktur senam erobik. Lama juga saya berkecimpung di Kota Banjarmasin juga. Karena itu, saya berharap sekarang yang muda yang tampil untuk menunjukkan kemampuannya," tandas Zin Evie.

Kecintaannya kepada zumba juga patut diacungi jempol. Pasalnya, Zin Evie lebih memilih melatih pezumba yang berada di wilayah pinggiran Kota Banjarmasin. Sekaligus dirinya bersosialisasi tentang pentingnya zumba untuk kesehatan.

Karena itu pula, Zin Evie memilih melatih zumba di sanggar kecil dan sederhana di kawasan Sungai tabuk, Kabupaten Banjar. "Saya melihat warga di sana masih belum banyak yang mengenal zumba. Ketika kemudian diminta, saya bersedia menjadi instruktur di sana meski tempatnya kecil dan sangat sederhana," ucapnya.

Warga setempat, terutama kalangan ibu-ibu pun sangat antusias bergabung. Awalnya hanya beberapa orang, lama-kelamaan menjadi puluhan orang lebih yang aktif ikut zumba. Bahkan, sekarang tempatnya tak mampu lagi menampung peserta.

“Saat pertama melatih, saya terenyuh melihat kondisi mereka yang umumnya hanya berbusana seadanya. Tapi, yang membuat saya senang, mereka sangat bersemangat ikut berlatih," tutur Zin Evie.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help