Berita Banjarbaru

Pemilik Menolak Normalisasi, Aliran Sungai Sumba di Guntung Payung Mengecil

Normalisasi sungai Kemuning yang dilakukan pihak Pemko Banjarbaru sampai embung Lokudat ternyata belum sepenuhnya bisa dilakukan.

Pemilik Menolak Normalisasi, Aliran Sungai Sumba di Guntung Payung Mengecil
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Kondisi Sungai Sumba Guntung Payung Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Normalisasi sungai Kemuning yang dilakukan pihak Pemko Banjarbaru sampai embung Lokudat ternyata belum sepenuhnya bisa dilakukan.  Pasalnya, Sungai Sumba yang menjadi pembatas antara Guntung Payung dan Loktabat Utara masih sempit dan ditumbuhi rumput-rumput liar.

Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Guntung Payung mengatakan aliran sungai Sumba di perbatasan tersebut memang ditumbuhi rumput tebal. Selain itu karena hanya ada satu jalur sungai yang menampung Sungai Kemuning, Sungai Sumba, dan satu anakan sungai membuat sungai sering meluap saat hujan deras. Air hujan dari Kompleks Kelapa Gading Hingg Jalan Trikora di depan masjid Agung juga turun ke sungai tersebut.

"Seandainya ada saluran lain lagi mungkin tidak akan banjir," ujarnya, Senin (7/8/2017)

Selain itu sungai juga yang mengecil membuat air hujan sulit melintas. Ditambah lagi semakin banyaknya perumahan dan beton membuat peresapan air tanah kurang.

Ia juga membenarkan saat terjadi hujan deras kawasan Jalan Kartika mengalami banjir di jalanan. "Rumah Warga kan agak jauh dari dataran rendah di sungai itu jadi masih aman," jelasnya.

Sementara Kabid SDA Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Budi Hariyana mengatakan sungai yang membatasi Guntung Payung dan Loktabat Utara di Jalan A Yani Km 31 tersebut adalah Sungai Sumba. Aliran sungai Kemuning tersebut memang sudah ditargetkan untuk dilakukan normalisasi hingga embung Lokudat.

Namun karena warga tak mau dilakukan normalisasi sehingga aliran sungai di kawasan tersebut ditinggal untuk dilakukan normalisasi.

"Pemilik tanah di sungai itu tidak mau, itu pun saat kita menyiring sungai pemilik masih keberatan," ujarnya.(*)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help