Tak Puas Revisi Tarif PDAM, Aktivis LSISK Ini Cuci Baju di Pinggir Jalan

Setelah menuai banyak keluhan, PDAM Bandarmasih akhirnya melakukan revisi penerapan batas minimum pemakaian pelanggan yang berlaku mulai Juli 2017

Tak Puas Revisi Tarif PDAM, Aktivis LSISK Ini Cuci Baju di Pinggir Jalan
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
Aksi protes dilakukan seorang diri oleh Zainul Muslihin, aktivis LSISK di depan kantor PDAM Bandarmasih di Jalan A Yani Kilometer 1. Dia menggelar aksi cuci baju dan gosok Gigi di depan kantor PDAM Bandarmasih 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setelah menuai banyak keluhan, PDAM Bandarmasih akhirnya melakukan revisi terhadap penerapan batas minimum pemakaian pelanggan yang berlaku mulai Juli 2017.

Seperti diketahui, sejak Maret 2017, pelanggan PDAM Bandarmasih dikenakan tarif minimum pemakaian pelanggan sebesar 10 sampai 15 meter kubik per bulan sesuai golongan dan menuai protes sejumlah elemen masyarakat.

Namun, revisi yang dilakukan PDAM Bandarmasih rupanya belum memuaskan sebagian pihak.

Selasa (8/8/2017), aksi protes kembali dilakukan oleh aktivis Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK).

Yang berbeda, kali ini aksi protes dilakukan seorang diri oleh Zainul Muslihin, aktivis LSISK di depan kantor PDAM Bandarmasih di Jalan A Yani Kilometer 1.

Dia menggelar aksi cuci baju dan gosok gigi di pinggir jalan di depan kantor PDAM Bandarmasih.

Di baju yang dikenakannya, bertulis 'PDAM Zalim, makan hak rakyat'.

Aksi pria berambut gondrong inipun sempat jadi perhatian sejumlah pengendara yang lewat.

"Intinya masih protes kebijakan penerapan pemakaian minimum 10 kubik, kami masih belum puas dengan revisi yang dilakukan," kata dia kepada Bpost online.

Zainul karena kecewa dengan tingkah laku pihak PDAM, yang dinilainya semena-mena terhadap masyarakat.

"Kami akan tetap protes. Senin depan kami akan protes lagi," kata dia. (*)

Penulis: Rahmadhani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved