Bursa Saham

Tersengat Komentar Trump, Dow Jones Gagal Lanjutkan Rekor

Indeks S&P 500 juga turun 0,22% ke angka 2.469,45. Sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,47% ke angka 6.340,46.

Tersengat Komentar Trump, Dow Jones Gagal Lanjutkan Rekor
Reuters
Pasar saham Amerika Serikat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Bursa Amerika Serikat (AS) memanfaatkan panasnya tensi politik global sebagai alasan untuk profit taking. Setelah mencapai rekor berhari-hari, indeks Dow Jones Industrial Average melorot 68,25 poin atau 0,31% ke level 22.017,09 pada Rabu (9/8) pukul 21.39 WIB.

Indeks S&P 500 juga turun 0,22% ke angka 2.469,45. Sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,47% ke angka 6.340,46.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan Korea Utara jika terus mengancam AS. Peringatan ini muncul setelah Korea Utara mengungkapkan niat untuk mengirim misil ke Guam, wilayah AS yang ada di Samudra Pasifik.

Jeremy Klein, chief market strategist FBN Securities mengatakan, serangan militer Korea Utara akan menjadi satu langkah perang melawan AS. "Saya yakin bahwa Kim Jong Un tidak akan mengambil langkah sedrastis itu," kata Klein kepada CNBC.

Dia memperkirakan, volatilitas pasar yang terjadi sejak Selasa akan mereda. Tapi, sentimen pasar ini menyebabkan aset safe haven seperti US Treasury dan emas mencatat kenaikan harga sesaat.

Di sisi lain, masih ada pengaruh dari rilis laporan keuangan. Paling baru, Disney meliris laba yang lebih tinggi ketimbang prediksi. Pendapatan perusahaan ini meleset dari estimasi analis. Harga saham Disney melorot sekitar 5% pada awal perdagangan dan memberatkan langkah Dow Jones.

Berdasarkan data Thomson Reuters I/B/E/S, sekitar 70% perusahaan yang masuk S&P 500 mencatat laba yang lebih tinggi ketimbang estimasi. Sekitar 69% perusahaan melaporkan pendapatan yang lebih tinggi daripada prediksi.

Berita ini dipublikasikan kompas.com dengan Judul "Bursa AS tersengat komentar Trump"

Editor: Didik Trio
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved