BanjarmasinPost/

Berita Banjarbaru

Iwapi Kalsel Target Membina 800 UMKM Selama Lima Tahun, Ini Langkahnya

Iwapi sendiri ungkapnya tak hanya memajukan para pengusaha wanita yang tergabung di dalam organisasi ini,

Iwapi Kalsel Target Membina 800 UMKM Selama Lima Tahun, Ini Langkahnya
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Setelah dilantik lima bulan lalu, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kalsel kembali dikukuhkan oleh Iwapi Pusat yang dihadiri Ketua Umum DPP Iwapi, Nita Yudi dan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalsel, Hermansyah Manaf, Jumat (11/8/2017) di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru dalam Rakerda kelima Iwapi Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah dilantik lima bulan lalu, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kalsel kembali dikukuhkan oleh Iwapi Pusat yang dihadiri Ketua Umum DPP Iwapi, Nita Yudi dan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalsel, Hermansyah Manaf, Jumat (11/8/2017) di Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru dalam Rakerda kelima Iwapi Kalsel.

Selain mengukuhkan DPD Iwapi Kalsel, juga dikukuhkan DPC Iwapi kabupaten kota di Kalsel.

Ketua Iwapi Kalsel, Sinta Laksmi Dewi mengatakan, sejak dilantik Februari lalu, Iwapi Kalsel masa kepemimpinannya sudah bisa membina 200 UMKM. Jumlah ini sudah sangat besar dari target mereka yaitu 800 UMKM selama masa kepemimpinan lima tahun, hingga 2022.

Paling banyak UMKM yang sudah sukses dibina adalah UMKM bidang tanaman bunga. Mulai dari bunga potong, bunga papan dan bunga hias lain.

Selanjutnya pihaknya juga akan menambah wawasan para UMKM dalam hal promosi, mempermudah mengurus perijinan BPOM, kerjasama dengan MUI dan pelatihan untuk desain kemasan produk UMKM.

Iwapi sendiri ungkapnya tak hanya memajukan para pengusaha wanita yang tergabung di dalam organisasi ini, namun juga mengajak dan membina para perempuan lain agar lebih mandiri dengan menjadi pengusaha.

Sementara Ketua Umum Iwapi Pusat, Nita Yudi mengatakan di era digital pihaknya akan mengadakan pelatihan bagi anggota maupun perempuan binaan Iwapi agar turut mempromosikan produknya atau usahanya melalui internet atau Online.

"Tak lagi para ibu-ibu mencetak spanduk, atau membuat leflet, untuk promosi," ujarnya.

Selain itu di bidang konstruksi pihaknya juga akan bekerjasama agar mendaftarkan anggota Iwapi yang memiliki usaha di bidang konstruksi agar lebih mudah mendapatkan proyek.

Iwapi sendiri berisikan para perempuan pengusaha yang bergerak diberbagai bidang, mulai dari kuliner, perhiasan, hingga jasa konstruksi bangunan.

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help