Serangan Cyber Besar-besaran, Jutaan Orang di Venezuela Tak Bisa Gunakan HP

Sebuah kelompok yang menyebut diri The Binary Guardians mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan situs-situs pemerintah, Mahkamah Agun

Serangan Cyber Besar-besaran, Jutaan Orang di Venezuela Tak Bisa Gunakan HP
Shanghaiist
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, CARACAS - Sebuah serangan cyber besar-besaran melanda Venezuela.

Situs-situs internet milik pemerintah pun berguguran.

Selain itu, tujuh juta warga di negeri itu tak bisa menggunakan telepon seluler.

Demikian keterangan yang dilansir otoritas Venezuela, seperti dilansir AFP, Kamis (10/8/2017).

Sebuah kelompok yang menyebut diri The Binary Guardians mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan situs-situs pemerintah, Mahkamah Agung, dan Majelis Nasional.

"Tindakan teroris ini menghantam platform layanan GSM Movilnet pada hari Rabu, sehingga tujuh juta dari 13 juta pengguna operator pemerintah itu kehilangan layanan."

Demikian dikatakan Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Hugbel Roa.

Venezuela memiliki dua operator telepon genggam swasta lainnya: Movistar dan Digitel milik Spanyol.

Roa mengatakan, pemadaman tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan yang dimulai Senin, ketika puluhan situs web pemerintah dan perusahaan swasta diretas.

Roa mengatakan ada juga sembilan kerusakan di jaringan serat optik di negara itu, yang telah memotong layanan internet ke tujuh negara bagian.

"Serangan dilakukan dengan bantuan agen asing, sekali lagi mencoba mengganggu konektivitas negara kita," kata Roa.

Roa menambahkan, penyelidikan tentang serangan siber ini sekarang sedang berlangsung. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved