BPost Edisi Cetak

8 Tahun Merawat Orangutan Sampai Ditagih Orangtua segera Menikah

Tinggal di hutan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan adalah bagian dari kehidupan Maryos Vigouri. Padahal dia adalah seorang dokter.

8 Tahun Merawat Orangutan Sampai Ditagih Orangtua segera Menikah
banjarmasinpost.co.id

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tinggal di hutan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan adalah bagian dari kehidupan Maryos Vigouri. Padahal dia adalah seorang dokter. Itu karena dia adalah dokter hewan yang harus merawat orangutan.

Makanya tidak banyak dokter hewan mau bekerja di Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) Kalimantan Tengah. Sejumlah tenaga profesional yang direkrut sebelumnya hanya bertahan satu hingga dua tahun.

Itu sebabnya, sebut staf hubungan masyarakat yayasan tersebut, Monterado Friedman, pihaknya kini memilih pekerja yang asli Kalteng agar bisa menyesuaikan diri. “Kami lebih memilih merekrut dokter hewan asal Kalteng untuk dipekerjakan,” ujar pria yang akrab disapa Agung ini, Rabu (9/8).

Salah satu dokter hewan BOSF yang bertahan hingga kini adalah Maryos. Dokter hewan lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini kelahiran Palangkaraya 6 Maret 1984. Sudah delapan tahun, pria yang lebih sering disebut Yoyos ini ikut menangani orangutan di BOSF.

Yoyos mengaku senang merawat orangutan di yayasan yang bermarkas di Nyaru Menteng Palangkaraya tersebut. Kesenangan itu membuatnya tak mengalami masalah saat harus tinggal di hutan hingga berbulan-bulan.

“Terakhir saya tinggal selama satu setengah bulan di hutan Bukit Batikap Kabupaten Murungraya untuk menangani orangutan,” ujar putra kedua dari empat saudara anak pasangan mendiang Frimus AL Tandang dan Yosephine A Dohong ini.

Dia begitu mencintai pekerjaanya hingga lupa berumah tangga.

“Orangtua menagih agar saya segera nikah tapi saya masih sibuk dengan pekerjaan ini,” ujar warga Jalan Bajau Ranju No 18 Palangkaraya ini sambil tersenyum.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi Sabtu (12/8/2017) atau klik http://banjarmasinpost.co.id

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved