BanjarmasinPost/

Plesiran ke Kampung Suku Sasak di NTB Bagai Berada di Zaman Kuno

"Memasuki Dusun Sasak Sade rasanya berada di masa lalu. Dusun ini ada sejak tahun 1700 Masehi," ucap Astuty Kajol, warga Banjarmasin.

Plesiran ke Kampung Suku Sasak di NTB Bagai Berada di Zaman Kuno
istimewa
Astuty Kajol bersama keluarganya saat berada di kampung Suku Sasak di Lombok, NTB. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keindahan alam Kota Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memang luar biasa. Keberadaan sebuah kampung tradisional yang dihuni Suku Sasak yang masih alami, turut menjadi daya pikat bagi para wisatawan.

Karenanya, tak heran jika hingga kini banyak wisatawan yang bertandang ke Lombok. Tak cuma wisatawan dalam negeri, tapi juga mancanegara. Termasuk warga Kalimantan Selatan, juga banyak yang plesiran ke sana.

Warga Banua yang pernah travelling ke Lombok di antaranya adalah Astuty Kajol. Ia tak sendirian, tapi bersama anggota keluarganya yakni Cinta Kajol dan serta Syarif, Jainudin, dan Fauzi. Selama dua hari mereka menikmati keindahan alam setempat pada 14 hingga 16 Juli 2017 lalu.

Ibu tiga anak ini mengatakan, sebelum menginjakkan kaki di perkampungan Dusun Sasak Sade, lebih dulu beristirahat di Balai Tiang 6 dan Tiang 4.

"Memasuki Dusun Sasak Sade rasanya berada di masa lalu (zaman kuno). Dusun ini ada sejak tahun 1700 Masehi, tapi kondisi rumah dan adat istiadatnya tidak berubah. Sungguh luar biasa," ucap Astuty, Sabtu (12/08/2017).

Ruangan dalam rumah terlihat sangat alami, dinding terbuat dari tanah. Bangunan rumah terbuat dari tanah liat dan beratap ilalang kering. Konstruksi pintunya didesain rendah agar tamu yang datang mengucap salam hormat pada tuan rumah.

Menariknya, supaya bangunan kuat, dinding dan lantainya dipel dengan kotoran kerbau. "Sewaktu saya berkunjung ke sana, tuan rumahnya secara santun menyuruh saya mengepel pakai kotoran kerbau yang berwarna hijau. Anehnya tidak bau," beber Astuty.

Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi, Minggu (13/08/2017).

(syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help