Berita Banjarmasin

Proyek Dermaga Siring Sungai Martapura Kurang Diminati Kontraktor, Ada Apa?

Proses lelang proyek pembangunan dermaga terapung yang berada di Siring Sungai Martapura Jalan Pierre Tendean Kota Banjarmasin sepi peminat.

Proyek Dermaga Siring Sungai Martapura Kurang Diminati Kontraktor, Ada Apa?
Halaman 17 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (10/8/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Proses lelang proyek pembangunan dermaga terapung yang berada di Siring Sungai Martapura Jalan Pierre Tendean Kota Banjarmasin sepi peminat. Hingga akhir tahap dua, jumlah peminat proyek yang menyedot anggaran sebesar Rp 3,5 miliar itu hanya dua kontraktor yang mengajukan penawar.

Padahal penawaran lelang terbuka tersebut dimulai sejak Januari 2017 tadi. "Proses penawarannya sudah dibuka sejak Januari, namun penawarnya yang masih minim, baru dua peserta," ujar Kepala Bagian Pengadaan Barang Setdako Banjarmasin, Mira Farlialini, Selasa (8/8/2017).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya masih membuka proses lelang untuk dermaga apung. Namun jika dalam waktu yang ditentukan masih sedikit penawaran maka pihaknya mengembalikan kewenangan lelang kepada dinas terkait.

"Jadi jika misalnya syarat lelang tak juga terpenuhi maka bisa dikaji ulang lagi, dan tak menutup kemungkinan juga bisa dilakukan penunjukkan langsung (PL) dengan syarat juga harus melalui negosiasi lagi, " jelasnya didampingi oleh Kasubag Layananan pengadaan lelang Setdako Banjarmasin, Yahdiannoor.

Ia menjelaskan, untuk proses penawaran lelang tersebut dilakukan selama 46 hari sejak ditawarkan. Jika pada penawaran tahap satu gagal, maka panitia bisa mengajukan penawaran kedua.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin, Ikhsan Alhaq menjelaskan, pihaknya sendiri menilai anggaran yang disediakan saat ini masih realiable bagi pihak ketiga (kontraktor).

"Artinya masih ada keuntungan yang didapat kalau menggarap proyek tersebut. Tidak akan rugi," katanya.

Dia menambahkan lagi, peminat untuk menggarap proyek pembangunan dermaga terapung tersebut cukup banyak. "Ada 30 sampai 40 kontraktor yang masuk, tapi banyak yang tidak memenuhi syarat. Bukan tidak ada yang mau mengerjakan. Yang mengambil formulir pendaftaran banyak, tapi yang mengembalikan formulir sedikit," katanya.

Dia menilai, minimnya peserta lelang yang bisa memenuhi syarat lantaran pembuatan dermaga apung ini bukan perkara mudah. "Ini kan hal baru juga di Banjarmasin. Setahu saya di Kotabaru memang berhasil, tapi kontraktor luar daerah juga yang akhirnya bisa. Yang jelas saya tidak mau juga sembarangan, fair play saja," katanya.

Pihaknya pun yakin dalam pelelangan tahap 3 nanti, ada pihak ketiga yang bisa memenuhi syarat. "Insa Allah ada dan bisa dikerjakan tahun ini juga," kata dia.

Seperti diketahui, dermaga apung yang rencana dibuat tahun ini tersebut, terang Ikhsan diperuntukkan bagi pedagang pasar terapung untuk menunjang pariwisata sungai khususnya di kawasan Siring Sungai Martapura. Dermaga apung uang dibangun, rencananya dibangun dengan panjang 60 meter dan lebar 3 meter.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Kota Banjarmasin, Khuzaimi menambahkan, dari 28 penyedia jasa tersebut, ada lima calon penyedia jasa yang telah memasukan penawaran.
Saat ini ia mengatakan proses lelang dermaga terapung di Siring Jalan Pierre Tendean Banjarmasin tersebut dalam tahap klarifikasi fan verifikasi. Hal itu dilakukan untuk menentukan pemenang lelang.

"Bila tidak ada hambatan insyaallah akhir Agustus tanda tangan kontrak, diperkirakan Desember pekerjaan tetap selesai," jelas pria yang akrab disapa Jimi tersebut. (rmd/ell)

Berita ini telah diterbitkan di Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (10/8/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved