BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Aktivitas Seni Mural di Kota Banjarmasin Makin Menggeliat, Jefri Pernah Dikejar Pemilik Bangunan

Saat menaiki Jembatan Sudimampir Banjarmasin dari arah Jalan Pangeran Antasari, tengok dan perhatikan bagian atas Pasar Harum Manis.

Aktivitas Seni Mural di Kota Banjarmasin Makin Menggeliat, Jefri Pernah Dikejar Pemilik Bangunan

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saat menaiki Jembatan Sudimampir Banjarmasin dari arah Jalan Pangeran Antasari, tengok dan perhatikan bagian atas Pasar Harum Manis. Tampak berbagai lukisan yang mungkin terasa aneh bagi sejumlah orang. Beberapa di antaranya juga berisi pesan dari pelukisnya.

Demikian pula dinding beton yang menutup eks Pelabuhan Martapura Lama di Jalan RE Martadinata.
Itulah mural atau grafiti yakni seni corat-coret pada dinding. Biasanya, pelukisnya menggunakan cat semprot kaleng.

Ada beberapa titik lukisan mural di Banjarmasin. Selain di Pasar Harum Manis dan Jalan RE Martadinata, ada pula di dinding bangunan tua di samping Jembatan RK Ilir dan dinding beton di Jalan S Parman.

Siapakah gerangan pembuat mural itu? Satu di antaranya adalah Jefri, pemuda yang juga warga Banjarmasin. Dia tidak sendiri dalam ‘bekerja’ tapi dibantu beberapa teman yang menjadi anak didiknya dalam melukis mural.

Pria bertubuh besar ini pun berbagi cerita tentang aktivitasnya melukis di dinding atau bangunan Kota Seribu Sungai. Mulai dari dikejar pemilik lahan yang dindingnya dilukis hingga karyanya yang dibuat susah payah dihapus oleh orang lain.

Namun, Jefri tidak mempermasalahkan. “Istilah kata, kalaupun sesaat setelah kami selesai menggambar pada dinding kemudian pemilik dinding datang dan menghapus gambar tersebut, paling tidak sudah ada kepuasan secara pribadi pada diri saya,” ujarnya saat ditemui BPost, Senin (24/7) lalu.

Dia membandingkan hasil karyanya dengan corat-coret tak karuan di banyak dinding kota. Ini seperti terlihat di Jembatan Kayutangi dan Flyover. Dia menduga ada semacam geng yang melakukan corat-coret itu.

“Lebih bagus sih didandanin. Sebenarnya kalau dilihat fungsinya sama saja untuk mempercantik. Tapi kurang di eksplore saja dinding di Kota Banjarmasin ini,” terangnya.

Lantas, apakah Jefri dan teman-teman tidak takut aksinya diketahui Satpol PP lalu diamankan karena dianggap melakukan vandalisme atau perusakan atribut kota? Jefri malah mengaku kadang sengaja melukis di sejumlah tembok atau dinding pada siang bolong. Tujuannya agar remaja lain tertarik dan pemerintah memberikan tempat.

Dia mengaku Satpol PP hingga saat ini tidak pernah mengusik kegiatannya. Demikian pula pada grafiti buatannya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help