BanjarmasinPost/

Cerpen Banjarmasin Post

Bapak dan Kakek

Besok subuhnya Bapak ikut kepada Indah dan Cecep. Sampai di Bandung pukul enam pagi. Anak-anak yang mau berangkat sekolah menyambut di depan rumah.

Bapak dan Kakek
Halaman 19 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Minggu (13/8/2017) 

Oleh : PELANGI PAGI

“Bapak kenapa lagi, Ceu?” tanya Indah lemah. Pertanyaan yang mirip keluhan.

“Wah, Bapak sudah keterlaluan sekarang! Euceu sudah ampun!” jawab Ceu Anah di seberang HP seperti berteriak. “Bapak tidak hanya sering menyimpan barang-barang secara sembarangan, kabur dari rumah dan tidak bisa pulang, Tadi pagi Bapak pipis di pinggir lemari bajunya!”

“Sabar, Ceu. Tenang bicaranya.”

“Sabar bagaimana? Kamu yang jauh enak-enak saja!” teriak Ceu Anah. “Mungkin Bapak sudah setengah gila, seperti Kakek dulu.”

“Ceu...!”

“Makanya kamu ke sini! Jangan hanya sibuk-sibuk saja!”

“Iya Ceu, nanti malam saya berangkat.”

***

Rumah Bapak termasuk besar. Kamarnya ada empat buah. Halamannya luas. Selain taman dan bebungaan, pohon besar seperti mangga, rambutan, dan advokat, menjadi peneduh. Bapak dulunya adalah seorang petani cengkeh yang berhasil.

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help