BanjarmasinPost/

Travel Guide

Mengunjungi Dusun Sasak Sude, Langgar Pantangan Ini Lelaki Bakal Mandul

Seusai melihat-lihat tempat kediaman Suku Sasak, Lombok NTB, Astuty Kajol bersama rombongan lainnya mengunjungi tempat pembuatan kain tradisional.

Mengunjungi Dusun Sasak Sude, Langgar Pantangan Ini Lelaki Bakal Mandul
Halaman 16 Banjarmasin Post Edisi Minggu (13/8/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ID - Seusai melihat-lihat tempat kediaman Suku Sasak, Lombok NTB, Astuty Kajol bersama rombongan lainnya mengunjungi tempat pembuatan kain tradisional di wilayah setempat. “Saya ingin melihat secara langsung bagaimana memintal dan membuat kain dan sal,” tuturnya, kemarin.

Ternyata, warga setempat masih menggunakan alat tradisional untuk memintal dan menenun kain. Dirinya pun mencoba belajar menenun dengan seorang nenek yang berusia hampir seratus tahun.

Sang nenek itu juga menjual sal. “Ternyata menenun itu tidak semudah yang kita lihat. Saya bingung untuk memasukkan warna benang saat bikin motifnya,” papar Astuty.

Harga selendang tenunan ada yang Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah, sedangkan sal ada yang dijual seharga Rp 50 ribu. “Kemarin saya beli selendang yang seharga Rp 350 ribu dan salnya Rp 50 ribu,” sebutnya.

Berdasar cerita warga setempat, tutur Astuty, memenun hanya boleh untuk anak perempuan. Anak laki-laki dilarang. Di kampung itu, anak wanita baru diperkenankan kawin atau menikah jika telah bisa menenun.

Di kampung tersebut juga ada lumbung makanan yang letaknya di atas. “Tiangnya tidak bisa dinaiki tikus dan lelaki yang belum kawin tidak boleh mengambil beras. Bila larangan ini dilanggar, maka bakal mandul,” ucap Astuty mengutip cerita warga setempat. (ful)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Minggu (13/8/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help