BanjarmasinPost/

Meriam Peninggalan Belanda

Hanya Ditutup Terpal, Sudah Setahun Peninggalan Sejarah Itu Dibiarkan Teronggok

Meriam dikeluarkan dari dalam tanah lalu ditempatkan di Pemko Banjarmasin hingga kini. Posisinya kini di halaman kantor BPBD Kota Banjarmasin.

Hanya Ditutup Terpal, Sudah Setahun Peninggalan Sejarah Itu Dibiarkan Teronggok
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Minggu (13/8/2017) 

BANJARMASINPOS.CO.ID BANJARMASIN - Setahun lalu, tepatnya pada 8 Agustus 2016, pekerja pembuatan siring dan Jalan Sudirman dikagetkan oleh temuan benda logam keras. Belakangan diketahui, benda itu adalah meriam peninggalan tentara Belanda yang diprediksi dari abad ke-17.

Temuan itu sempat bikin heboh Kalsel. Meriam dikeluarkan dari dalam tanah lalu ditempatkan di Pemko Banjarmasin hingga kini. Posisinya kini di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin.

Mirisnya, selama setahun, meriam ini tidak diapa-apakan. Hanya teronggok begitu saja. Padahal, meskipun bukan peninggalan pejuang, meriam ini bernilai historis tinggi. Sebab, itu bagian dari perjalanan sejarah Kalimantan yakni pada masa penjajahan Belanda.

Pada Sabtu (12/8) BPost menengok meriam tersebut. Meriam diletakkan di dekat tempat parkir sepeda motor. Posisinya di bawah pohon di depan kantor BPBD. Sebagian badan meriam ditutupi terpal warna kuning. Karat benda tua itu juga menutupi sebagian besar meriam.

Menanggapi hal ini, Yuni Kartika, mahasiswi FKIP ULM, berpendapat, ada baiknya meriam itu dimuseumkan. “Kan itu termasuk benda bersejarah. Luar biasa sekali penemuan meriam itu,“ ucap Galuh Kalsel 2016 dan finalis Putri Kalimantan Selatan 2017 tersebut.

Oleh karena itu dia menyayangkan apabila meriam tua itu terbengkalai. Museum, menurutnya, menjadi solusi untuk peletakan benda tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Banjarmasin Ikhsan Alhak mengatakan pihaknya masih menunggu tim ahli dari Balai Cagar Budaya untuk membersihkannya. Ini agar tidak mengurangi atau menghilangkan nilai sejarahnya.

Terkait keinginan wali kota agar diletakkan di Banjarmasin bukan di Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Ikhsan mengatakan masih berkoordinasi dan konsultasi dengan pihak balai.
“Karena yang namanya benda cagar budaya atau purbakala merupakan milik negara. Jadi harus ada persetujuan dari balai mau bagaimana. Entah diletakkan di museum atau nanti ditempatkan menurut saran dari pemerintah kota,” ucapnya.

Meski begitu, dia mengatakan dinasnya memang sudah ada rencana untuk penempatan benda tersebut apabila sudah dibersihi dan layak pamer.

Sebelumnya, menurut Ihksan, Balai Cagar Budaya Kalsel menyarankan agar meriam diletakkan di Museum Lambung Mangkurat karena tempat itu menyediakan tempat khusus untuk meriam. Selain itu ada ahli yang akan menjaga dan merawatnya. Namun wali kota beringinan agar meriam tetap di Banjarmasin dan diletakkan di tempat yang mudah dilihat masyarakat.

Ihksan menyatakan pihaknya masih menunggu arahan. Dimanapun akan diletakkan, dia berharap bisa dilihat oleh masyarakat agar tahu mengenai sejarah kota ini. (ell)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Minggu (13/8/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help