Kepala SD di Kalsel Banyak Gaptek

Begini Caranya Agar Tak Kesulitan Buat Laporan BOS

Menurutnya pembuatan laporan dana BOS cukup gampang untuk administrasi. Namun catatan pasti harus sesuai aturan yang ada.

Begini Caranya Agar Tak Kesulitan Buat Laporan BOS
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Senin (14/8/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - MESKI usianya 57 tahun, Yani Mariani, Kepala Sekolah SDN Pemurus Dalam 6 Banjarmasin, masih memilih berkegiatan organisasi dan tetap enerjik. Dia sendiri tinggal hitungan tahun unuk pensiun.

“Saya tak peduli hal itu. Saya merasa senang dalam berkegiatan, khususnya di sekolah,” ucap Yani ditemui BPost saat acara rapat para kepala SD di Jalan KS Tubun, Selasa (8/8).

Dia menganggap umur tidak mempengaruhi pekerjaannya. “Kalau seandainya hanya memikirkan sekolah saja, mungkin stres juga, makanya hidup itu harus seimbang,” ucapnya.

Begitupun dalam ia menjalankan sistem sekolah. Di usianya mendekati kepala enam, Yani mengaku lebih sering melakukan koordinasi.

Disebutkan dia, dalam menjalankan sekolah menggunakan sistem SD kebanyakan. Dia hanya mengikuti peraturan yang diberikan Dinas Pendidikan kemudian menjalankannya.

Selain sistem pembelajaran, ekstrakurikuler pada sekolahnya harus menyediakan waktu yang tepat. Terutama untuk pramuka yang khusus hari Sabtu dan telah menjadi eskul wajib.

Sementara itu dalam penyusunan berkas-berkas keperluan sekolah dia selalu koordinasi, bertanya dan mengikuti peraturan yang ada. Terutama penyusunan laporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

“Istilahnya namanya saya mendapatkan, dikelola dan dilaporkan. Seandainya menggunakan sistem seperti itu tidak masalah. Laporan pun sudah ada Perwali,” terangnya.

Menurutnya pembuatan laporan dana BOS cukup gampang untuk administrasi. Namun catatan pasti harus sesuai aturan yang ada.

Hanya sebut dia, kendalanya apabila ada oknum yang nakal sehingga sulit membuat administrasi. Hal lain pula dikatakannya jika orang itu salah menangkap dari penjelasan aturan yang diberikan oleh dinas.

“Kalau ikuti sosialisasi apalagi yang lama ke baru jelas sedikit ribet. Tapi kalau disosialisasikan terlebih dahulu dan disampaikan saya rasa tidak masalah, “ ucap Yani.

Dia berujar, banyaknya SD di Banjarmasin dan kemampuan menangkap informasi orang berbeda-beda sehingga sering kali memicu kesalahan. Intinya menurut Yani ialah koordinasi dan jangan malu bertanya apalagi pada bidangnya. (ell)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Senin (14/8/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved