Kriminalitas Banjarmasin

Tiga Remaja Alami Luka Akibat Perkelahian di Sekitar Menara Pandang

Tiga remaja Fitriadi (18), M Rifani (16) dan Lukman (16) berdarah-darah di objek wisata Menara Pandang Siring Jalan Pierre Tendean Banjarmasin.

Tiga Remaja Alami Luka Akibat Perkelahian di Sekitar Menara Pandang
Halaman 1 Harian Metro Banjar Edisi Senin (14/8/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tiga remaja Fitriadi (18), M Rifani (16) dan Lukman (16) berdarah-darah di objek wisata Menara Pandang Siring Jalan Pierre Tendean Banjarmasin. Mereka merupakan korban perkelahian yang terjadi Sabtu (12/8) malam.

Seorang petugas Menara Pandang Jalan Pierre Tendean yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan perkelahian itu berawal dari sebuah rumah makan yang tidak jauh dari Menara Pandang.

“Saya juga tidak mengetahui kejadian. Dari cerita yang saya dengar, perkelahian itu terjadi di sebuah rumah makan. Kemudian korbannya lari ke sini,” ujarnya, Minggu (13/8).

Informasi terhimpun di lapangan, Fitriadi warga Antasan Kecil Timur Gang Surya mengalami luka tusuk, Lukman warga Landasanulin Banjarbaru mengalami lecet di bagian pelipis, Rifani warga Jalan A Yani Km 12.500 mengalami luka sobek pada bagian kepala. Para korban dilarikan ke RSUD Ulin Banjarmasin.

Data di rumah sakit, hanya dua orang korban penusukan yang masuk IGD. “Hanya ada dua orang korban masuk ke IGD. Mereka, Fitriadi dan Lukman. Masuk sekitar pukul 22.00 Wita. Setelah diberikan perawatan, korban memilih pulang,” kata petugas rumah sakit, Wahyuni.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Khuzaimi mengatakan pihaknya tidak mengetahui kasus perkelahian itu.

“Hingga saat ini kami masih menunggu hasil penyidikan dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Khuzaimi mengatakan pihaknya akan meminta kepada pihak keamanan untuk menjaga keamanan di siring.

“Dulu pernah ada razia kartu identitas. Tapi sekarang mulai terhenti. Saya ingin agar petugas kepolisian melaksakan razia itu lagi,” ujarnya.

Warga Veteran Banjarmasin, Rahmat, mengatakan di Menara Padang Siring jarang ada penjagaan. Padahal setiap malam Minggu ramai anak-anak di bawah umur berkumpul di tempat tersebut.

"Biasanya banyak anak punk. Kadang risih kalau di sana. Harusnya memang ada penjagaan dari polisi," ucapnya. (ell)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved