Berita Hulu Sungai Selatan

Begini Perjuangan Berat Petugas PLN di Pedalaman Loksado

Warga Desa Tumingki dan Kamawakan Kecamatan Loksado, kini bisa menikmati listrik PLN menyusul telah diselesaikannya pembangunan jaringan listrik

Begini Perjuangan Berat Petugas PLN di Pedalaman Loksado
Humas PT PLN Kalselteng
Petugas PLN dibantu warga menggeser tiang listrik bekerja membangun jaringan di Loksado Kebupaten HSS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - PT PLN (Persero) terus berupaya agar seluruh masyarakat Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) dapat menikmati listrik secara merata.

Demi mewujudkan hal tersebut, melalui program Listrik Desa, PLN terus menambah jaringan listrik hingga dapat menjangkau ke seluruh penjuru bahkan pedalaman sekalipun.

Seperti hal nya yang terjadi di Desa Tumingki dan Kamawakan Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Sebanyak 100 warga yang berada di Desa tersebut kini dapat menikmati manfaat listrik setelah PLN mampu menyelesaikan pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4 kilo meter sirkit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3 kms serta Gardu Distribusi sebanyak 2 unit.

Supervisor Humas, Kemitraan dan Bina Lingkungan PLN Wilayah Kalselteng, Bayu Aswenda pada Senin (14/8) menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan jaringan distribusi di kedua desa tersebut telah disiapkan semenjak awal Juni atau sebelum memasuki Ramadan 1438H.

“Pelaksanaan survey teknis di lapangan sudah dilakukan oleh petugas sejak awal bulan juni kemarin, dan alhamdulillah pada akhir Juli jaringan distribusi telah dapat digunakan untuk menyuplai listrik kepada masyarakat," ujarnya.

Menurut Bayu, perjuangan petugas lapangan dalam membangun jaringan distribusi listrik di Desa Tumingki dan Kamawakan ini terbilang berat, mengingat kondisi geografis di daerah tersebut cukup sulit. Selain kondisi jalan yang kurang bersahabat, kontur geografis berupa pegunungan menambah tantangan tersendiri bagi petugas.

“Kami akui tantangan terbesar kami dalam membangun jaringan di pelosok salah satunya adalah akses jalan yang sulit. Seperti halnya dengan kedua Desa tersebut, akses jalan yang ada mengharuskan petugas melewati jembatan gantung, sehingga mobil yang membawa tiang listrik tidak dapat lewat," papar dia..

Karena jalanan yang tidak bisa dilalui mobil, petugas terpaksa membawa material dan peralatan dengan cara yang bermacam-macam. Bahkan petugas PLN bersama warga bergotong royong membawa tiang menuju lokasi pekerjaan.

“Ada yang dipikul, ada juga yang pakai gerobak, tapi Alhamdulillah tanggapan masyarakat sangat baik dan membantu kita," pungkas Bayu. (*)

Penulis: Sofyar Redhani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help