Berita Banjarmasin

Ini Perbedaan Kondisi Pengelolaan Zakat di Indonesia dan Malaysia Menurut Baznas Kalsel

Lembaga Zakat Selangor (LZS) mengembangkan salah satu tools manajemen risiko dalam menjaga keseimbangan antara penghimpunan dan program.

Ini Perbedaan Kondisi Pengelolaan Zakat di Indonesia dan Malaysia Menurut Baznas Kalsel
Banjarmasinpost.co.id/Salmah
Suasana rapat laporan di Kantor Baznas Kalsel, Rabu (16/8/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banyak pengetahuan dan wawasan baru didapat pengurus Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Provinsi Kalsel setelah mengikuti Training Manajemen Zakat di Malaysia.

Sebagaimana disampaikan Baznas Kalsel pada rapat laporan di Kantor Baznas Kalsel, Rabu (16/8/2017), begitu tinggi kesadaran kaum muslim di negeri jiran tersebut untuk berzakat.

Saat kegiatan di Kualalumpur, Selangor, Putrajaya dan Johor, pada 7-10 Agustus tadi, terungkap bahwa salah satu faktor yang menjadi tingginya penerimaan zakat adalah kemudahan berzakat berbasis teknologi.

Data Departemen Wakaf Zakat Haji Malaysia, penghimpunan zakat harta (maal) dan fitrah dari 14 negeri pada 2015 sebesad RM 2,49 miliar atau Rp7,97 triliun. Nilai pendistribusian dan pendayagunaan RM 2,58 miliar atau Rp 8,26 triliun.

Fenomena saat ini, ada dua kondisi pengelolaan zakat yang kerap dihadapi, yaitu mengelola perolehan zakat yang dinamis dan aneka ragam kebutuhan yang terus meningkat.

Atas fenomena di atas, Lembaga Zakat Selangor (LZS) mengembangkan salah satu tools manajemen risiko dalam menjaga keseimbangan antara penghimpunan dan program.

Dengan tools berupa Zakat Adequacy Management Plan (ZAMP) maka LZS dapat memastikan tingkat kecukupan dana zakat untuk memenuhi kebutuhan mendasar keuangan organisasi zakat.

Ketua Umum Baznas Kalsel, HG (P) Rusdi Effendi AR yang memimpin rapat, menyatakan, sistem modern memang perlu ditiru dan diterapkan sehingga kebangkitan zakat di Kalsel semakin terlihat

"Silakan. Kita terus berusaha agar Baznas Kalsel maju dan berkembang, serta dapat menjadikan para mustahik menjadi muzaki," harapnya.

Wakil Ketua III Baznas Kalsel, H Gusti Mahfudz, mewakili dalam mengikuti kegiatan di Kualalumpur menyampaikan, ada beberapa kunci sukses penerimaan zakat di Malaysia.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved