Hut Kemerdekaan

Siapa Ya Sang Sutradara? Drama Kolosal Panglima Batur di Balai Kota Banjarmasin Pukau Penonton

Drama kolosal teater binaan Kodim 1007/Banjarmasin mampu memukau peserta dan tamu undangan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Balai Kota Banjarmasin

Siapa Ya Sang Sutradara? Drama Kolosal Panglima Batur di Balai Kota Banjarmasin Pukau Penonton
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
Bayu Bastari Setyawan, Sutradara drama kolosal perjuangan Panglima Batur 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Drama kolosal perjuangan pahlawan rakyat Kalimantan Panglima Batur mengawali Peringatan Proklamasi Kemerdekaan  RI di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (17/8) pagi.

Drama kolosal yang dibawakan oleh teater binaan Kodim 1007/Banjarmasin ini mampu memukau para peserta dan tamu undangan peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke-72 ini.

Dikisahkan dalam darma kolosal tersebut, Panglima Batur yang berjuang hingga titik darah penghabisan.

Perjuangan Panglima Batur harus berakhir di tiang gantung, setelah dia mengorbankan diri dengan menyerahkan dirinya ke penjajah demi menyelamatkan rakyat Kalimantan yang disandera para penjajah.

Suara ledakan petasan mewarnai penampilan drama kolosal ini, membuat suasana drama kolosal begitu hidup.

Adalah Bayu Bastari Setyawan yang jadi sutradara drama kolosal itu.

Pemuda berusia 27 tahun ini mampu mengkonduktor sekitar 200 orang yang terlibat dalam drama kolosal yang dibimbing langsung Komandan Kodim 1007/Banjarmasin tersebut.

Bayu, merupakan guru seni budaya di SMA Banua. Dirinya mengaku sangat bangga bisa dipercaya menjadi sutradara dalam drama kolosal di momen peringatan proklamasi kemerdekaan ke-72 RI kali ini.

"Naskah sudah kami siapkan satu bulan lamanya dan berlatih sama-sama sekitar seminggu ini dengan bimbingan Komandan Kodim 1007/Banjarmasin Letkol Wilson Napitupulu," kata alumnus Sendratasik FKIP ULM ini.

Tak ada kesulitan yang cukup berarti bagi Bayu untuk menyutradarai 200 orang pemeran yang merupakan gabungan dari para siswa dan mahasiswa di Kota Banjarmasin ini.

Wajar saja lantaran sejak kuliah, Bayu sudah aktif di dunia teater khususnya di Dapur Teater Taman Budaya Banjarmasin.

"Jadi tantangan tersendiri saja, mengkoordinasikan 200 orang dalam waktu yang cukup singkat," katanya.

Soal tema yang diambil tentang Panglima Batur, Bayu mengatakan bahwa sosok yang terkenal dengan semboyan 'Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing' ini harus terus dikenalkan ke generasi muda.

"Banyak pahlawan di Kalsel yang bisa diangkat. Tapi karakter Panglima Batur cukup menarik untuk diangkat karena dia rela mengorbankan nyawanya di tiang gantung untuk kebebasan masyarakat Banua dari penjajah," katanya.

Penulis: Rahmadhani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help