Berita Balangan

NEWSVIDEO : Tercemar, Dua Hektare Lahan Karet Warga Desa Balida Tak Menghasilkan Getah Lagi

Sebelumnya karet buatan warga tersebut mengalirkan air yang cukup bersih namun beberapa waktu terakhir sudah bercampur dengan limbah.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Diduga karena terdampak limbah dari RSUD Balangan, sekitar dua hektar lahan karet milik warga Desa Balida tak bisa lagi disadap.

Kondisi demikian sudah cukup lama dirasakan, namun karet tak bergetah lagi sudah sekitar lima bulanan.

Akibatnya pemilik lahan karet dua orang yaitu Rusdiansyah dan Agus Supianur Hadi mengeluhkan hal tersebut.

BPost Online bersama warga ditemani Kades Balida Sahridin langsung mengecek kelokasi, lahan karet tepat dibelakang RSUD Balangan memang benar adanya dicemari oleh limbah yang berasal dari RSUD Balangan, Rabu (16/8/2017).

Bangunan RSUD yang berada diatas memudahkan limbah yang diduga berasal dari laundry tersebut dengan mudah mengalir kebawah, terutama ke parit dilahan karet tersebut.

Sebelumnya karet buatan warga tersebut mengalirkan air yang cukup bersih namun beberapa waktu terakhir sudah bercampur dengan limbah.

Berdasarkan pantauan, lebih dari dua jalur parit dilahan tersebut sudah dicemari limbah, warna air yang mengalir ada yang kekuningan kemudian juga berbuih, jika dicium berbau seperti deterjen.

Kondisi semakin parah jika musim hujan, selain limbah yang turun cukup banyak juga meluber kelahan sehingga mempengaruhi kualitas karet.

Rusdiansyah, seorang pemilik lahan mengungkapkan, sejak awal berdiri RSUD sudah mulai terasa, namun akhir-akhir ini semakin terlihat bahwa air di parit bukan lagi air yang layak untuk dialiri ke karet tetapi sudah tercemar limbah.

"Jelas kami terganggu dengan ini, lahan karet inikan salah satu penghasilan warga," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Elhami
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved