BanjarmasinPost/

Berita Banjarmasin

Perempuan Cantik Ini Terjungkal Saat ke Pamaton Bareng Wali Kota, Tapi Tetap Enjoy Hingga ke Finish

Rina menjelaskan mengenal gowes kurang lebih sudah tiga tahun lalu. Awalnya gowes dimulai dari bersama teman-temannya di kantor Wisma Energi.

Perempuan Cantik Ini Terjungkal Saat ke Pamaton Bareng Wali Kota, Tapi Tetap Enjoy Hingga ke Finish
Istmewa
Rina Yanti saat mengikuti event Gowes. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perempuan cantik yang satu ini memang sangat terkenal rajin mengayuh sepeda. Disetiap even apapun dia selalu berada digaris start untuk ikut ambil bagian.

Di tengah kesibukannya berkutat dengan pekerjaan, Rina Yanti tetap setiap memilih olahraga ngegowes untuk menjaga staminanya.

Di saat sebagaian wanita pekerja memilih olahraga indoor, pekerja swasta ini gabung bersama anggota komunitas sepeda khusus para wanita, Srikandi itu mengayuh pedal bersama.

Rina menjelaskan mengenal gowes kurang lebih sudah tiga tahun lalu. Awalnya gowes dimulai dari bersama teman-temannya di kantor Wisma Energi.

"Setelah ada pengurangan karyawan di Wisma Energi saya kemudian gabung gowes sama komunitas Srikandi sampai sekarang," ujar perempuan kelahiran Kertak Hanyar 30 September 1979 ini.

Perempuan hobi gowes dan masak ini menambahkan turun mengayuh pedal biasanya rutin dilakukan setiap sabtu minggu tapi kadang Jumat juga lanjut gowes.

Tidak hanya di Banjarmasin, Rina pun sudah banyak melibas rute bersama teman-teman komunitas seperti di Banjarbaru, Rantau, Pelaihari, Kapuas. Terjauh Rina pernah menjajal jalan Banjarmasin Takisung, Tanahlaut.

Soal jatuh bangun dalam bersepeda, Rina mengaku sering mengalaminya namun hal itu tidak membuat dia jera sebaliknya dia tetap enjoy mengayuh pedal hingga ke finish.

"Soalnya jatuhnya tidak sampai parah tidak membuat cidera jadi masih bisa melanjutkan perjalanan," katanya.

Rina memiliki pengalaman yang tidak akan bisa dilupakn saat gowes ke Gunung Pamaton bersama Walikota Ibnu Sina. Nah waktu itu habis tanjakan lalu turun agak tajam yang dilewati jalan berbatuan.

"Waktu turun itu jatuh dari sepeda karena ban depan nabrak bebatuan yg besar jatuhnya tidak jauh lagi dari walikota, tapi tetap bisa lanjut juga sampai finish," kata Rina.

Beruntung kegiatan warga Jalan Ahmad Yani km12 Gambut Barat ini selalu didukung keluarganya sehingga dia dengan leluasa menyalurkan hobinya ke daerah manapun.

Rina mengingatkan sebelum turun gowes apalagi ke trek yang menantang ada baiknya memeriksa kelengkapan sepeda terlebih dahulu. Mulai dari rem, kekencangan ban, perlengkapan badan seperti helm, sarung tangan, kacamata, sepatu dan masker.

"Jangan lupa air mineral harus dibawa sebelum gowes melakukan pelemasan badan dulu dijalan harus konsentarasi biar aman dan patuhi aturan di jalan," pungkas dia. (*)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help