BanjarmasinPost/
Home »

News

» Sains

Sains

Studi Ini Benar-benar Mengejutkan! Ayam Asia Kok Bisa Sampai ke Afrika

Seperti yang terjadi pada ayam domestik dan tikus hitam Asia ini, jalur perdagangan membawa mereka ribuan kilometer dari asalnya menuju ke Afrika

Studi Ini Benar-benar Mengejutkan! Ayam Asia Kok Bisa Sampai ke Afrika
kompas.com
Ilustrasi ayam 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jalur perdagangan tidak hanya membuka jalur-jalur perekonomian antar benua. Di masa lampau, jalur perdagangan juga berperan dalam penyebaran fauna dari satu benua ke benua lainnya.

Seperti yang terjadi pada ayam domestik dan tikus hitam Asia ini, jalur perdagangan membawa mereka ribuan kilometer dari asalnya menuju ke Afrika timur.

Penelitian yang dilakukan oleh Max Planck Institute for the Science of Human History di Jerman mengungkap bahwa ayam dan tikus sampai di pantai timur Afrika melalui jalur maritim pada abad ke-7 dan ke-8. Mereka dibawa oleh para pedagang yang melakukan aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

"Sejak lama arkeolog memperdebatkan soal waktu, mekanisme serta konteks sosial bagaimana tanaman dan hewan Asia bisa masuk Afrika bagian timur," kata Dr Nicole Boivin, peneliti di Max Planck Institute for the Science of Human History di Jerman dikutip dari Daily Mail, Jumat (18/8/2017).

Peta penyebaran ayam dan tikus hitam Asia di Afrika
Peta penyebaran ayam dan tikus hitam Asia di Afrika (Prendergast dan kolega)

Satu teori mengatakan jika spesies Asia masuk ke Afrika sudah sejak 3000 SM. Namun, ada pula teori lain yang lebih sederhana mengungkapkan jika hewan-hewan ini masuk Afrika pada abad pertengahan melalui rute perdagangan maritim.

Maka untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana fauna Asia bisa masuk ke Afrika, peneliti melakukan analisis DNA dan protein purba.

Peta penyebaran ayam dan tikus hitam Asia di Afrika (Prendergast dan kolega)

Peneliti menganalisis DNA dan protein dari 496 sampel tulang dari 22 pulau, daerah pesisir dan pedalaman Afrika timur. Dalam analisis tersebut, peneliti menerapkan berbagai teknik baik itu pada tulang, DNA purba, dan juga protein. Kemudian, mereka mencatat penanggalan sampel radiokarbon.

Tim peneliti kemudian mengkonfirmasikan jika ayam-ayam sampai ke lokasi pelabuhan terbuka di pulau Zanzibar, Tanzania, pada awal abad ke-7 hingga abad ke-8 Masehi.

Orang-orang yang tinggal di lokasi tersebut diketahui telah terlibat dalam perdagangan maritim di Samudra Hindia, dan ayam diperkenalkan melalui jaringan perdagangan ini hingga menyebar ke pedalaman.

Namun butuh beberapa periode waktu dalam penyebaran ayam domestik ke berbagai wilayah Afrika. Selama abad pertengahan, perdagangan cukup intens terjadi di wilayah itu. Cukup banyak bukti arkeologi yang menunjukkan adanya jalur perdagangan yang besar, seperti ditemukannya berbagai keramik, manik-manik dan juga tanaman Asia.

Akan tetapi, penyebaran tikus hitam sedikit berbeda. Cenderung di anggap hama, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE ini mengungkapkan bahwa penyebaran tikus terjadi karena hewan tersebut terbawa dalam kapal-kapal dagang seperti banyak kasus penyebaran tikus lainnya di seluruh dunia.

Menggunakan Zooarchaeology by Mass Spectrometry (ZooMS), sebuah metode yang digunakan untuk menganalisis protein purba dan mengidentifikasi spesies melalui kolagen mereka, tikus-tikus ini diketahui muncul di Afrika dengan rentang waktu yang berdekatan dengan menyebarnya ayam.

Meski begitu, kedatangan tikus ini juga menjadi salah satu sebab kemunculan wabah. Tikus juga mengubah ekosistem di banyak pulau secara global. Penelitian lebih lanjut pun dibutuhkan untuk mempelajari dampak tikus di kepulauan Afrika timur dan penyebarannya secara global.

Berita ini sudah dipublikasikan kompas.com dengan judul "Studi Mengungkap Bagaimana Ayam dari Asia Bisa Sampai ke Afrika"

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help