Kapolda Kalsel Ungkap Pengunggah Video Pungli Bisa Terkena Hukuman, Jika Begini

Pencarian sopir truk, Ade Ridwan oleh jajaran Polda Kalsel yang awalnya berhembus kabar akan dipidanakan, juga dijawab oleh Kapolda Kalsel, Brigjen Ra

Kapolda Kalsel Ungkap Pengunggah Video Pungli Bisa Terkena Hukuman, Jika Begini
Kapolda Kalsel konferensi pers. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pencarian sopir truk, Ade Ridwan oleh jajaran Polda Kalsel yang awalnya berhembus kabar akan dipidanakan, juga dijawab oleh Kapolda Kalsel, Brigjen Rachmat Mulyana.

Sopir truk yang memvideokan aksi pungli dari dua oknum polisi di Hulu Sungai Tengah (HST), hingga kemudian menjadi viral, bisa terkena hukuman.

Jika video yang diunggah tersebut berupa fitnah dan bersifat provokasi.

"Pada saat itu ada sebuah pertanyaan, apakah pengunggah video itu bisa dikenakan (hukuman). Saya katakan pengunggah video itu bisa dikenakan (hukuman), mana kala video yang diunggah berupa fitnah, tidak terjadi, bersifat provokator, provokasi," kata Kapolda.

Dijelaskannya, dalam video yang beredar, dua oknum Polri berdinasi di Polsek Labuan Amas, Hulu Sungai Selatan (HST), Kalimantan Selatan, atas nama Aiptu dan MM Bripka DB.

Dia menegaskan khusus untuk kasus ini, ia perintahkan kepada Kabid Propam untuk langsung dilakukan sidang komisi kode etik Polri.

Sesuai dengan Perkap 14 Tahun 2011, ada dua pasal yang bisa mengkategorika, pasal 7 ayat 1 huruf B.

"Setiap anggota Polri wajib menjaga dan meningkatkan soliditas, citra, reputasi, dan kehormatan Polri. Kemudian pasal 13 ayat 1 huruf A, setiap anggota Polri dilarang melakukan korupsi, kolusi, nepotisme, dan gratifikasi". (BANJARMASINPOST.co.id/restudia)

Penulis: Restudia
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved