BanjarmasinPost/
Home »

News

» Sains

Sains

Asteroid Tabrak Bumi pada Masa Dinosaurus, Inilah Gambaran Bencana Besarnya

Sebuah riset berbasis pemodelan yang dilakukan oleh ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research (NCAR) baru-baru ini memberi gambaran

Asteroid Tabrak Bumi pada Masa Dinosaurus, Inilah Gambaran Bencana Besarnya
ratpack223
Ilustrasi asteroid 

BANJARMASINPOST.CO.ID - 66 juta tahun lalu, asteroid sebesar 10 km jatuh ke bumi, memusnahkan hewan-hewan raksasa, dan memicu perubahan iklim.

Sebuah riset berbasis pemodelan yang dilakukan oleh ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research (NCAR) baru-baru ini memberi gambaran lengkap bagaimana hantaman asteroid bisa memusnahkan.

"Kepunahan hewan-hewan raksasa daratan terjadi akibat dampak langsung dari hantaman, tetapi hewan yang hidup di lautan atau mengubur diri bisa bertahan beberapa lama," kata Charles Bardeen dari NCAR.

Dalam studinya yang didukung oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Universitas Colorado, Bardeen fokus pada apa yang terjadi setelah dampak awal hantaman asteroid.

Sesaat setelah asteroid menghantam, tsunami, pemanasan di beberapa bagian bumi, dan letusan gunung berapi terjadi. Namun dampak jangka panjangnya belum diketahui.

Menggunakan Community Earth System Model (CESM), Bardeen menganalisis dampak jelaga sebesar 15 miliar ton akibat hantaman asteroid pada perubahan iklim.

Menurut hasil pemodelan itu, jelaga pada awalnya akan naik ke atmosfer dan memblokir sinar matahari yang seharusnya sampai ke bumi.

"Pada awalnya, dampaknya akan membuat siang hari di bumi cuma seperti malam yang diterangi bulan," ungkap Bardeen dalam pernyataan di situs Universitas Colorado.

Setelah setidaknya 6 bulan, jelaga mulai berkurang. Namun, tumbuhan tak serta merta bisa melakukan fotosintesis. Sebagian besar tumbuhan hilang terbakar saat asteroid menghantam.

Ekosistem laut merasakan dampak terbesar. Laut menjadi miskin fitoplankton sehingga hewan-hewan laut yang bertahan jadi kekurangan pangan dan oksigen.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help