Berita Banjarmasin

Hebat, Kain Sasirangan Muncul di New York Fashion Week

Budaya Arab dan Indonesia akan disatukan dalam karya desainer spesialis Abaya, Vivi Zubedi.

Hebat, Kain Sasirangan Muncul di New York Fashion Week
istimewa
Rancangan Vivi Zubedi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Budaya Arab dan Indonesia akan disatukan dalam karya desainer spesialis Abaya, Vivi Zubedi.

Mengusung tema "Mekkah, Madinah, Jannah”, Vivi Zubedi akan melenggang di panggung mode dunia Newyork Fashion Week.

Dalam koleksinya, istri anggota DPR RI Dapil Kalsel Aditya Mufti Ariffin ini mengangkat kain batik dan tenun Indonesia. Kain batik yang diangkat adalah Sasirangan khas Kalimantan.

“Sebab, batik Sasirangan ini masih jarang dieksplore. Berbeda dengan batik Jawa, Lombok dan Bali yang sudah dikenal,” ujarnya kepada BPost, Selasa (22/08).

Tak hanya itu, Vivi juga membawa kain dari Lombok Tengah dan tenun Jepara. Menurutnya, kain-kain tersebut sangat bagus. Apalagi, kain Indonesia itu memiliki warna yang menarik dan terkesan unik.

Karena itulah, desainer keturunan Arab itu pun menuangkan desain yang terkesan vintage ke dalam koleksi terbarunya itu.

“Desain mood-nya terkesan vintage tahun 70-80-an dengan mengambil gaya bohemian. Penyematan tenun secara utuh juga menjadi bagian koleksinya. Sebab, tenun itu tidak bisa diganggu gugat kainnya,” terang dia.

Warna yang akan menghiasi koleksinya itu pun mengambil warna dasar hitam dan putih dikombinasikan dengan elektrik blue, toska, merah, dan emerald green. Serta, bermaterial dasar sifon ke crepe yang membuat busana lebih flowy serta sutra.

Dengan persiapan yang hanya sekitar satu bulan, ibu dua anak itu mengungkapkan kesulitan dalam membuat koleksi yang akan ditampilkan di NYFW. Yakni, cara memadukan dua budaya Arab dan Indonesia.

“Menyatukan Indonesia dan Arab itu yang bikin mumet. Menggabungkan dua culture yang berbeda itu jadi tantangan buat saya.Tantangan lainnya adalah mengenai Islamophobia masyarakat Amerika tentang Muslim,” kata menantu mantan orang nomor di Provinsi Kalsel itu.

Desainer yang baru pertama kali tampil dalam runway besar sempat khawatir akan hal itu. Namun, itu justru menjadi kekuatannya untuk menunjukkan jati diri seorang Muslim. Bahwa Islam itu sangat menghormati dan membawa kedamaian.

“Mudah-mudahan karya anak bangsa bisa diterima dengan baik dan sebagai perkenalan awal yang baik membawa perdamaian dan kesatuan. Semoga pesan pada motifnya tersampaikan,” ujar Vivi.

Ya, pekan mode New York Fashion Week (NYFW) 2018 akan kembali digelar September mendatang. Rupanya sejumlah desainer Indonesia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk pamer karya di Negeri Paman Sam itu. Di akhir 2017 ini, akan ada tujuh desainer yang unjuk karya di NYFW Spring/Summer 2018.

Ketujuh desainer itu adalah Barli Asmara, Dian Pelangi, Catherine Njoo, Melia Wijaya, Vivi Zubedi, Fara Shahab dari Doris Dorothea, dan G. Liem. Dijembatani Indonesian Creative Hub (ICH), ketujuh perancang akan menunjukkan koleksi terbaik mereka di panggung NYFW First Stage. Panggung NYFW First Stage ini baru pertamakali digelar oleh penyelenggara NYFW, International Management Group (IMG).

Penulis: Rendy Nicko
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved