BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Tajuk

Kesiapan Tuan Rumah FASI X

Seperti diberitakan BPost, Senin (21/8/2017), Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalsel

Kesiapan Tuan Rumah FASI X
Bpost/Riza
Tajuk

PRESIDEN Republik Indonesia, Joko Widodo akan mengenakan pakaian adat Kerajaan Banjar saat pembukaan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) Tingkat Nasional X yang akan dilangsungkan pada 13-16 September 2017 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Seperti diberitakan BPost, Senin (21/8/2017), Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalsel, H Hermansyah mengatakan sudah menyiapkan baju adat Kerajaan Banjar bagi presiden, menteri dan pejabat pemerintah provinsi.

Ini tampaknya ingin mengulang sukses peringatan HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2017, Presiden dan Wakil Presiden RI tampil di istana mengenakan busana daerah yang beraneka rupa. Presiden Jokowi, ketika itu tampil berbusana adat Banjar.

Presiden mengenakan jas tutup dipadu kain sulaman emas berpola tenun Pagatan, Tanahbumbu, Kalsel berwarna merah. Tidak hanya itu, penampilan Jokowi, dilengkapi pula tutup kepala “laung” model tajak siak, berwarna senada dengan kain tenunnya.

Pada rapat persiapan FASI Nasional X, panitia menjelaskan nanti kegiatan dimeriahkan 5.000 santri dan ustadz-ustadzah Taman Kanak-kanak dan Taman Pendidikan (TK/TP) Alquran BKPRMI Kalsel menggemakan selawat.

Terkait kesiapan peserta, sudah 20 provinsi menyatakan mendaftar melalui Dewan Pengurus Pusat (DPP) BKPRMI, minus Maluku, Papua, NTT dan Sultra. Jumlah ini akan berkembang, sehingga perlu koordinasi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dengan DPP BKPRMI.

Diperkirakan tamu yang hadir dari seluruh Nusantara mencapai 3.000 orang, terdiri atas peserta santri TK/TP Alquran dan Ta’limul Quran lil Aulad (TQA) LPPTKA BKPRMI, para pendamping serta tim penggembira.

Khusus peserta akan bertanding di 19 cabang yang diperlombakan, jumlahnya mencapai 60 sampai 160 orang per provinsinya. Apalagi gelaran FASI 2017 ini, kali pertama FASI diselenggarakan di luar Pulau Jawa.

Terhadap itu semua, tentu panitia dituntut untuk lebih serius berkoordinasi dengan semua pihak. Dari segi teknis lomba, panitia pusat dan daerah sudah cukup baik koordinasi, tinggal bagaimana kesiapan pada hari H-nya. Demikian pula untuk penyambutan kedatangan Presiden Jokowi dan seluruh peserta dari berbagai penjuru Nusantara, sudah sejauh mana kesiapannya.

Sebagaimana mafhum, kehadiran LPPTKA BKPRMI diawali gerakan massif pembelajaran Alquran di Kalsel menggunakan Metode Iqra, yakni bagaikan jamur di musim hujan. Di era 1990-an hingga sekarang, terus mendapat dukungan pemerintah kabupaten, kota dan provinsi.

Demikian pula respons masyarakat semakin bagus, terbukti pihak eksekutif dan legislatif bersinergi mendukung terbitnya Peraturan Daerah Khatam Alquran di kabupaten dan kota, juga Perda Pendidikan Alquran di provinsi.

Kini, ghirah tumbuhnya TK/TP Alquran sudah terlihat hasilnya, bahkan mendapat dukungan warga dan pemerintah, sehingga wajar FASI X 2017 kali pertama di luar Pulau Jawa ini, digelar di Kalsel. Barangkali Kalsel ditetapkan sebagai tuan rumah, karena merupakan daerah subur tumbuh dan berkembang gerakan TK/TP Alquran di Nusantara tercinta ini. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help