BanjarmasinPost/

Berita Kabupaten Banjar

Nurjanah Cs Latihan Jadi Monyet Tujuh Bulan, Sukses Bikin Gubernur, Bupati dan Penonton Ngakak

Asli mirip monyek, tangan mereka sesekali menggaruk perut disertai dengan lengkingan monyet abu-abu hingga membuat undangan antusias menyaksikan.

Nurjanah Cs Latihan Jadi Monyet Tujuh Bulan, Sukses Bikin Gubernur, Bupati dan Penonton Ngakak

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Nurjanah, Salwa Nadira, Umriah, Siti Sa’diah dan Alisa Aulia Fitri membuat Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Bupati Banjar H Khalilurrahman serta para hadirin pada puncak peringatan hari jadi ke-67 Kabupaten Banjar berdecak kagum.

Kedua kepala daerah tersebut bahkan sempat tertawa menyaksikan gerak lincah para bocah tersebut. Dengan wajah dirias bak monyet abu-abu, mereka melompat, berguling seperti monyet sungguhan.

Tangan mereka sesekali menggaruk perut disertai dengan lengkingan monyet abu-abu hingga membuat undangan antusias menyaksikan.

Ketua TP PKK Kalsel Raudatul Jannah Shabirin Noor dan Ketua TP PKK Banjar Hj Raudhatul Wardiyah serta istri pejabat lainnya sampai tersenyum geli melihat tingkah kelima siswi tersebut.

Nurjanah dan kawan-kawan adalah grup tari yang berasal dari SMPN 1 Martapura. Tari yang mereka tampilkan di Alun-alun RTH Ratu Zalecha Martapura pada Selasa (22/8) itu berjudul Lakun Si Abu.

Perlu waktu tujuh bulan untuk menguasai gerakan lincah monyet abu-abu. Tarian ini diciptakan oleh Hilmina spd dan Gusti Dia Afifah guru SMPN 1 Martapura.

Tarian itu pula, yang mengantar mereka menjuarai Festival Lomba Seni (FLS) tingkat kabupaten dan provinsi. Mereka bakal mewakili Kalsel pada FLS tingkat nasional.

“Kami akan berangkat September ini ke Surabaya untuk mewakili Kalsel dalam even FLS tingkat nasional,” kata Umriah terlihat terengah usai membawakan tarian energik tersebut.

Menurut Hilmina, tarian itu mereka ciptakan sengaja untuk mengikuti FLS tingkat nasional.

Tiap tahun, FLS menggelar tema berbeda. Tahun ini, temanya mengenai hewan. Hilmina dan Gusti Dia pun memilih monyet abu-abu.

“Tarian ini menceritakan tingkah sehari-hari monyet abu-abu. Di dalamnya juga ada pesan agar manusia juga menyayangi hewan,” kata Hilmina.

Guru pembina grup tari ini bersyukur melalui tarian ini kelima siswi yang dibinanya lolos dalam tahap seleksi baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Mudah-mudahan dengan tarian ini mereka bisa berprestasi di tingkat nasional. Tarian ini, cukup energik perlu stamina yang bagus untuk membawakannya,” terangnya. (wid)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Rabu (23/8/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help