BanjarmasinPost/

Berita Internasional

Ribuan Warga Rohingya Mengungsi ke Bangladesh

Ribuan warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak Myanmar membangun kekuatan militernya di negara bagian Rakhine yang bergolak

Ribuan Warga Rohingya Mengungsi ke Bangladesh
(STR / AFP )
Ratusan pengungsi Rohingya yang melintasi batas ke Bangladesh untuk menghindari kekerasan sektarian diawasi ketat pasukan perbatasan Bangladesh. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, DHAKA – Ribuan warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak Myanmar membangun kekuatan militernya di negara bagian Rakhine yang bergolak, awal Agustus ini.

Informasi itu disampaikan oleh pemimpin komunitas minoritas Rohingya, Abdul Khaleq, di kepada kantor berita Perancis, AFP, Rabu (23/8/2017) di Bangladesh.

Rakhine yang terletak di Myanmar utara telah terperangkap dalam kekerasan mematikan sejak Oktober 2016, ketika militan menyerang pos polisi perbatasan sehingga sembilan polisi tewas.

Serangan militan itu menjadi titik awal opereasi militer di wilayah Rakhine, yang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diyakini diwarnai kekerasan dan bahkan terjadi pembersihan etnis Rohingya.

Otoritas Myanmar pada 12 Agustus 2017 mengatakan, ratusan tentara telah dikerahkan ke Rakhine untuk menjaga keamanan dari ancaman pemberontak.

Pemimpin Rohingya di Bangladesh mengatakan, sedikitnya 3.500 orang telah tiba di negara itu dari Myanmar sejak pertengahan Agustus ini.

Orang-orang tersebut membuat populasi di kamp pengungsi yang sudah penuh sesak di area Cox's Bazaar, dekat sungai Naf  yang memisahkan kedua negara, sudah semakin padat.

"Di kamp Balukhali saja, sekitar 3.000 orang Rohingya tiba dari desa mereka di Rakhine," kata Abdul Khaleq, merujuk pada kamp penampungan sementara di sungai Naf.

Kamal Hossain, seorang tetua Rohingya di kamp lain, mengatakan, hampir 700 keluarga telah tiba di Banglades dalam 11 hari terakhir.

Banyak yang tidur di tempat terbuka karena tidak ada tempat lagi di kamp, katanya.

Halaman
12
Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help