BanjarmasinPost/

Berita Internasional

Nah, Dua Pria Singapura Pakai Rok Ditangkap Dijebloskan Dalam Sel di Arab Saudi, Begini Ceritanya

Dua pria warga Singapura dimasukkan ke sel di Abu Dhabi, Arab Saudi, karena mengenakan pakaian perempuan dan bertingkah feminim.

Nah, Dua Pria Singapura Pakai Rok Ditangkap Dijebloskan Dalam Sel di Arab Saudi, Begini Ceritanya
Dua pria singapura jadi waria masuk sel Arab Saudi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dua pria warga Singapura dimasukkan ke sel di Abu Dhabi, Arab Saudi, karena mengenakan pakaian perempuan dan bertingkah feminim.

Kabar ini awalnya muncul di linkedln yang menceritakan latar balakang penahanan dan pengakuan dua pria tersebut.

Pemerintah Dubai menahan keduanya pada 9 Agustus lalu, usai kedatangan keduanya pada 8 Agustus.

Kabar ini baru ramai dibicarakan hari ini, 24 Agustus seperti dilansir Asia One.

Perwakilan pemerintah Dubai, Radha Stirling mengatakan negara Arab sedang membangun toleransi bagi warganya.

Tapi hukum berkata lain. Apa yang dianggap tabu oleh masyarakat, masih jadi acuan.

Dalam arsip dokumen pengadilan Arab dijelaskan, dua pria asal Singapur ini tertangkap mengenakan pakaian perempuan di ruang publik.

The New Paper mengungkapkan identitas dua warga Singapura yang ditangkap, adalah Fadli Rahman, berusia 26 tahun dan Nur Qistina Fitriah Ibrahim, 37 tahun.[

Nur adalah waria yang telah mengubah namanya, namun masih dengan tubuh seorang pria.

Mengenakan pakaian lawan jenis, homoseksual, dan waria di negara Arab adalah kriminalitas.

Kakak laki-laki, Saiful Rahman mengaku belum berbicara dengan adiknya usai ditahan 9 Agustus lalu.

Orangtuanya terus menangis, karena mengkhawatirkan nasib Fadli.

Sementara keluarga Nur mengaku heran. Karena Nur telah mengunjungi negara Arab empat kali dan selalu pulang dengan selamat.

Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan mengaku siap membantu, seperti dilansir AsiaOne.

"Sedih sekali mendengarnya, konsulat kita akan melakukan yang terbaik untuk mendampingi warga kita," ucapnya. (*)

Penulis: Restudia
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help