Berita Martapura

Polisi Tahan Pensiunan BPN Banjar, Ternyata Ini Penyebabnya

Roosminah berdasarkan keterangan saksi menerima uang pungli permohonan sertifikat prona sebesar Rp 37 juta.

Polisi Tahan Pensiunan BPN Banjar, Ternyata Ini Penyebabnya
Banjarmasinpost.co.id/Hari Widodo
Roosminah (58) saat menemui pengacaranya di Polsek Martapura Kota. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Roosminah (58) kini harus melalui masa pensiunnya di balik tahanan.

Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Banjar menahan pensiunan BPN Banjar itu terkait dengan Kasus pungli permohonan Sertifikat Prona di Desa Sungai Sipai.

Warga Komplek Amaco RT 22 RW 9 Kelurahan Loktabat Utara, Banjarbaru itu dituduh menerima uang pungli dari mantan Kaur Pemerintahan Desa Sungai Sipai, M Ejon sebesar Rp 37 juta.

Mengenakan baju sasirangan biru dan kerudung ungu, Rosminah terlihat datang memenuhi panggilan penyidik. Dia Didampingi tiga orang pengacaranya Thamrin Zon, Darma Rudianor dan Hasbianoor.

Wanita yang akrab dipanggil Ibu Roos itu diterima Kanit Tipikor Satreskrim Polres Banjar Ipda Syahrizal dan menerima pemberitahuan penahananya.

Setelah diperiksa kesehatannya, Roos pun selanjutnya digiring ke tahanan Polsek Martapura Kota.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete melalui Kasatreskrim membenarkan anggotanya telah menahan Roosminah setelah kasusnya dinyatakan P21 atau lengkap.

Roosminah berdasarkan keterangan saksi menerima uang pungli permohonan sertifikat prona sebesar Rp 37 juta.

Rencananya setelah proses penahanan hari ini kasus pungli yang melibatkan Roosminah akan dilimpahkan ke jaksa. "Senin nanti kami akan proses tahap II ke Kejaksaan," katanya.

Penulis: Hari Widodo
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved