BanjarmasinPost/

Kamp Penyiksaan Nazi di Polandia Bikin Merinding

Selama di Polandia, Nia ini singgah di sebuah kota bernama Rzeszów. Menuju kota perlu waktu 8 jam dari Warsawa (ibu kota Polandia).

Kamp Penyiksaan Nazi di Polandia Bikin Merinding
istimewa
NIA berpose di sebuah kastil di Polandia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banyak orang yang bermimpi ingin menginjakkan kaki ke Eropa. Maklum, negara-negara di benua ini memang terkenal dengan keindahan alam dan keunikan kotanya masing-masing.

Warga Kalimantan Selatan yang telah menapaki Eropa di antaranya adalah Aghnia Layalia Santoso. Juli-September 2016 lalu ia travelling ke Eropa ketika mengikuti program pertukaran mahasiswa AISEC di Polandia.

Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, ini berangkat ke Polandia melalui Kualalumpur (Malaysia). Lalu, transit dua kali di Abu Dhabi (Uni Emirat Arab dan Roma (Italia).

Selama di Polandia, perempuan cantik yang akrab disapa Nia ini singgah di sebuah kota bernama Rzeszów. Menuju kota perlu waktu selama delapan jam dari ibu kota Polandia, Warsawa.

"Meskipun saya pergi dalam rangka pertukaran mahasiswa, saya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Eropa," tuturnya, Sabtu (26/08/2017).

Selama di Polandia, kata dia, umumnya objek wisata setempat yang ia kunjungi yakni kastil-kastil bersejarah, museum, dan hiking. Tiket masuk museum dan kastil hanya sekitar Rp 15 ribu. Bahkan di beberapa tempat ada yang tidak dikenakan biaya apabila hanya ingin melihat-lihat bagian luar kastil.

"Bahkan apabila memiliki International Student Identity Card, beberapa tempat wisata memberikan diskon khusus bagi pelajar," jelasnya.

Nia kagum ketika mengunjungi Kastil Krasicyzn. Keistimewaan kastil ini berusia cukup tua karena dibangun pada abad ke-17 dan sering menjadi tempat pertemuan para raja. Di bagian basement ada sebuah ruangan khusus yang konon kabarnya digunakan sebagai tempat penyiksaan.

Selengkapnya simak di koran Banjarmasin Post edisi, Minggu (27/08/2017).

(syaiful anwar) 

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help