Home »

Video

Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO : Nasib Perusahaan Jamu di Kalsel, Hidup Segan Mati Tak Mau

Pengawas Produksi Jamu Pucuk Sirih, Ali Alguhum, menceritakan awalnya merupakan kepunyaan orang lain, kemudian anggota keluarganya membelinya

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jamu tradisional di Kalimantan Selatan (Kalsel) tetap bertahan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

Tantangan itu mulai dari regulasi pemerintah yang dianggap pengelolanya sangat ketat, pemasaran terbatas, ditambah beredar luasnya jamu ilegal di pasaran.

Kondisi di 2017 ini, hanya memproduksi 60 bal saja dalam sebulan. Satu bal berisikan 10 bungkus dan untuk satu bungkus dijual Rp 1.500.

Pengawas Produksi Jamu Pucuk Sirih, Ali Alguhum, menceritakan awalnya merupakan kepunyaan orang lain, kemudian anggota keluarganya membelinya pada 1992.

Kala itu belumlah maju, bahkan mau tutup hingga pemilik awal menjualnya. Kemudian setelah dibeli, Ali berinovasi dengan mengganti gambar brand pada kemasan agar lebih menarik.

"Nama tidak berubah, hanya mengganti gambar yang sebelumnya merupakan foto istri pemilik awal, kini menjadi gambar animasi perempuan," katanya, Selasa (22/8/2017).

Segmen penjualan jamu khusus perempuan itu ke kampung-kampung di Kalsel. Perusahaan jamu tersebut pernah memproduksi jamu untuk pria, cap Cuk Bimbi, namun kurang laku.

Hanya setahun berjalan, karena mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta, akhirnya mereka menghentikan produksi jamu Cuk Bimbi. Tetap fokus memproduksi jamu khusus perempuan Jamu Pucuk Sirih, hingga sekarang.

Jamu Cap Pucuk Sirih mengalami zaman keemasan pada era 2000-an. Pemasaran semua wilayah di Kalimantan, merambah Jakarta, Madura, Surabaya, Solo, bahkan Malaysia.

Produksi dalam sebulan bisa lebih 300 bal, isi satu bal sebanyak 100 kotak dan satu kotak berisi 10 bungkus. Jumlah karyawan tidak kurang dari 20 orang, kini tersisa empat orang saja lagi karena sebagian pekerjaan dibantu mesin.

Halaman
123
Penulis: Hasby
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help