Nah Lho, Polisi Temukan Sejumlah Rekening Terkait Saracen, Diusut Aliran Dananya

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, penyidik menemukan sejumlah nomor rekening dalam data yang

Nah Lho, Polisi Temukan Sejumlah Rekening Terkait Saracen, Diusut Aliran Dananya
KOMPAS TV
Tiga tersangka anggota kelompok Saracen, penyedia jasa penyebar ujaran kebencian atau hate speech dan hoax untuk menyerang suatu kelompok tertentu, yakni (dari kiri) JAS alias Jasriadi (32), ketua sindikat Saracen, Muhammad Faizal Tonong, pemilik akun Faizal Muhammad Tonong atau Bang Izal (43), ketua bidang media informasi, dan Sri Rahayu Ningsih (32), koordinator grup Saracen wilayah Jawa Barat. Jasriadi ditangkap polisi di Pekanbaru, Riau, Muhammad Faizal Tonong ditangkap di Koja, Jakarta Utara, pada 20 Juli 2017, sedangkan Sri Rahayu Ningsih ditangkap di Cianjur, Jawa Barat, pada 5 Agustus 2017 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, penyidik menemukan sejumlah nomor rekening dalam data yang dihimpun dari sejumlah akun media sosial Saracen.

Rekening tersebut saat ini tengah didalami penyidik.

"Yang sekarang didapat ada beberapa rekening yang akan dianalisis untuk diketahui aliran dana," ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/7/2017).

Namun, Martinus enggan menjelaskan apakah rekening yang dimaksud milik pribadi para tersangka atau atas nama kelompok.

Dengan mengetahui aliran dana, maka akan diketahui pihak-pihak yang menerima maupun dikirimkan uang oleh rekening tersebut, termasuk mengetahui siapa saja pihak yang memesan dan mendanai Saracen.

"Sehingga bisa dipahami bahwa apakah ada sebuah pemesanan atau ada satu komunikasi yang terkait dengan upaya melakukan penyesatan terhadap informasi yang ada," kata Martinus.

Polri tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, penyidik akan melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran uang.

"Analisis rekening kan brapa jumlahnya, pengiriman dari siapa, penerimaan dari siapa, itu yang didalami penyidik. Supaya penyidik ada gambaran utuh," kata Martinus.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan tiga tersangka yaitu JAS, MFT, dan SRN. Kelompok Saracen menetapkan tarif sekitar Rp 72 juta dalam proposal yang ditawarkan ke sejumlah pihak.

Mereka bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial sesuai pesanan.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved