Berita Hulu Sungai Tengah

Kapolda Kalsel Beri Santunan Korban Penembakan

Kasus penembakan penyetrum ikan di Wilayah Hulu Sungai Tengah (HST) mendapat perhatian serius Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rahmat Mulyana.

Kapolda Kalsel Beri Santunan Korban Penembakan
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Suasana saat press release di Polres HST berlangsung haru saat sejumlah warga dari Kecamatan Pandawan hadir pada kegiatan ekspos itu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kasus penembakan penyetrum ikan di Wilayah Hulu Sungai Tengah (HST) mendapat perhatian serius Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rahmat Mulyana.

Rabu, (30/8) saat press release yang dilaksanakan di Polres HST, dihadiri langsung orang nomor satu yang ada di Lingkup Polda Kalsel. Bahkan, sebelumnya Kapolda juga sudah mendatangi korban dan memberikan santunan.

Suasana saat press release di Polres HST berlangsung haru saat sejumlah warga dari Kecamatan Pandawan hadir pada kegiatan ekspos itu. Belasan warga itu merupakan saksi dari peristiwa yang menewaskan satu korban jiwa.

Satu di antara warga yang menjadi saksi sebut saja Utuh mengatakan bahwa dia melihat secara langsung peristiwa itu.

"Pak Fanlega sudah memberikan tembakan peringatan. Tidak hanya sekali bahkan berkali-kali. Namun para penyetrum justeru menantang dan mengacungkan parang," katanya.

Dikatakannya sebelum kejadian mereka melihat ada 11 kelotok dengan isi ikan dan alat setrum. Selanjutnya setelah diberi tembakan peringatan, para penyetrum yang jumlahnya belasan bukannya takut justeru malah menyerang dan menantang.

"Kami ada delapan orang warga dan satu anggota satpolair. Lebih banyak para penyetrum dari pada jumlah kita," lanjutnya.

Pihaknya menegaskan bahwa Briptu Pendegla merupakan pahlawan mereka dan dia tidak bersalah. Bila Pendegla mau di bawa ke Polda Kalsel, pihaknya bakal ikut ke Polda Kalsel.

Brigjen Pol Rahmat Mulyana menegaskan bahwa kondisi yang dilakukan oleh anggotanya merupakan aksi untuk melumpuhkan pelaku penyetruman yang melakukan perlawanan.

"Anggota kita mengarahkan senjata ke bagian kaki untuk melumpuhkan para penyetrum yang melawan," katanya.

Ditegaskannya bila aktivitas penyetruman masih terjadi, pihaknya akan mengambil langkah dan strategi lain untuk bisa mengatasi permasalahan yang tejadi di Perairan yang menjadi bagian dari wilayah HST, HSS dan HSU.

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help