Seputar Kaltara

Lagi, Ratusan Botol Miras Diangkut Lewat Perbatasan, Pemilik Asal Malaysia selalu Gagal Diamankan

Para pelaku penyelundupan minuman keras ilegal asal Negara Bagian Sabah, Malaysia terus mengubah cara untuk memasukkan barang tersebut ke Indonesia

Lagi, Ratusan Botol Miras Diangkut Lewat Perbatasan, Pemilik Asal Malaysia selalu Gagal Diamankan
via TRIBUNKALTIM.co
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 611/Awang Long mengamankan ratusan kaleng miras. Foto: Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, NUNUKAN - Para pelaku penyelundupan minuman keras ilegal asal Negara Bagian Sabah, Malaysia terus mengubah cara untuk memasukkan barang tersebut ke Indonesia melalui Kabupaten Nunukan.

Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif 611/Awang Long, Letkol Inf Sigid Hengki Purwanto mengatakan, para penyelundup saat ini mengangkut minuman keras dengan menggunakan perahu ketinting melalui jalur sungai.

"Minuman keras disamarkan dengan tumpukan buah juga sayur yang menjadi barang angkutan perahu," ujarnya melalui Lettu Mualimin SH, Perwira Hukum Satgas Pamtas RI- Malaysia Yonif 611/Awang Long, Selasa (29/8/2017).

Barang-barang itu lalu dipindahkan ke mobil. Selanjutnya dengan kendaraan roda empat itu, minuman keras diangkut melalui jalur darat. "Selama ini yang banyak kami dapati dari wilayah Sebatik dan Lumbis," ujarnya.

Intensnya peredaran minuman keras di sejumlah wilayah perbatasan di Kabupaten Nunukan, kata dia, menjadi perhatian khusus Satgas Pamtas. Sehingga pihaknyapun secara aktif melakukan razia.

Sepanjang Januari-Agustus 2017, pihaknya telah mengamankan 945 botol dan kaleng minuman keras ilegal yang mengandung etil alkohol. "Semuanya asal Malaysia," katanya.

Ratusan botol dan kaleng minuman keras ilegal itu, kemarin diserahkan kepada Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan.

Minuman keras yang diserahkan itu secara rinci masing-masing 482 botol Red Bull Whisky 700 mililiter, 6 botol scott whisky 600 mililiter dan 170 mililiter, 11 botol Black Jack 700 mililiter, 93 botol Guinnes 640 mililiter, 15 botol Labour 500 mililiter, 3 botol Montoku, 7 botol Mountain Chevaz 600 mililiter, 250 kaleng Diablo 500 mililiter dan 72 kaleng Bir Bintang 330 mililiter.

"Miras ilegal ini ditaksir merugikan negara hingga Rp 129.410.764," ujarnya.

Meskipun berhasil mengamankan barang bukti minuman keras, namun pihaknya gagal mengamankan pemiliknya.

"Pemilik miras selalu melarikan diri sehingga tidak pernah ada proses hukum," ujarnya.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, Farid Bisri mengatakan, razia minuman keras ilegal yang begitu gencar membuat kelangkaan di pasaran.

"Kalau harga seperti apa belum kami survei ulang. Namun untuk kuantitas, kita tahu hanya sejumlah orang tertentu saja yang masih menjual secara sembunyi- sembunyi," ujarnya.

Dia memastikan, minuman keras ilegal yang diserahkan Satgas Pamtas RI- Malaysia akan disusul dengan pelaporan untuk proses penyitaan barang negara maupun pemusnahan. "Diperkirakan Oktober 2017 nanti miras-miras ini dimusnahkan," katanya. (TRIBUNKALTIM.co)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help