Berita HSS

NEWSVIDEO: Warga Sebut Bharatu Fandlega Pahlawan, PascaKasus Penembakan Penyetrum Ikan

Berdasarkan data yang dihimpun, satu penyetrum tewas setelah menjalani perawatan di RS Damanhuri Barabai. Sementara satu korban masih selamat.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kasus penembakan penyetrum ikan di Wilayah Hulu Sungai Tengah (HST) mendapat perhatian serius Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rahmat Mulyana.

Rabu, (30/8/2017) Kapolda menggelar press release yang Polres HST. Bahkan, sebelumnya Kapolda juga sudah mendatangi korban dan memberikan santunan.

Suasana di Polres HST berlangsung haru saat sejumlah warga dari Kecamatan Pandawan hadir pada kegiatan ekspose itu. Belasan warga itu merupakan saksi dari peristiwa yang menewaskan satu korban jiwa dari penyetrum ikan.

Satu di antara warga yang menjadi saksi sebut saja Utuh mengatakan bahwa dia melihat secara langsung peristiwa itu.

"Pak Fandlega sudah memberikan tembakan peringatan. Tidak hanya sekali bahkan berkali-kali. Namun para penyetrum justeru menantang dan mengacungkan parang," katanya.

Dikatakannya sebelum kejadian mereka melihat ada 11 kelotok dengan isi Ikan dan alat setrum. Selanjutnya setelah diberi tembakan peringatan, para penyetrum yang jumlahnya belasan bukannya takut justeru malah menyerang dan menantang.

"Kami ada delapan orang warga dan satu anggota satpol air. Lebih banyak para penyetrum dari pada jumlah kita," lanjutnya.

Pihaknya menegaskan bahwa Bharatu Hendro Fandlega merupakan pahlawan mereka dan dia tidak bersalah. Bila Fandlega mau di bawa ke Polda Kalsel, pihaknya bakal ikut ke Polda Kalsel.

Brigjen Pol Rahmat Mulyana menegaskan bahwa kondisi yang dilakukan oleh anggotanya merupakan aksi untuk melumpuhkan pelaku penyetruman yang melakukan perlawanan.

"Anggota kita mengarahkan senjata ke bagian kaki untuk melumpuhkan para penyetrum yang melawan," katanya.

Ditegaskannya bahwa bila aktivitas penyetruman masih terjadi, pihaknya akan mengambil langkah dan strategi lain untuk bisa mengatasi permasalahan yang tejadi di Perairan Danau Bangkau baik wilayah HST, HSS dan HSU.

Kasus ilegal fishing merupakan bukan tanggung jawab Polisi semata. Namun semua pihak yang terkait khususnya pemerintahan setempat.

Sekadar diketahui, Dua penyetrum ikan di Perairan Kayu Rabah Kecamatan Pandawan Hulu Sungai Selatan (HST) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, Selasa, (29/8/2017)

Berdasarkan data yang dihimpun, satu penyetrum tewas setelah menjalani perawatan di RS Damanhuri Barabai. Sementara satu korban masih selamat.

Korban yang tewas atas nama Arbain warga Desa Sungai Buluh. Satu lagi rekannya atas nama Iberahim yang mengalami luka di bagian paha. Arbain sendiri mengalami luka di bagian bokong.

Peristiwa penembakan terjadi saat tim gabungan melakukam giat razia di Perairan Kayu Rabah. Saat itu Pol Airud Balimau melaksanakan patroli dengan dibantu warga sekitar.

Patroli dibagi menjadi dua tim. Tim 1 pimpin oleh Bharatu Fandlega sedangkan Tim 2 dipimpin oleh Bripka Herlambang.

Pada pukul 11.00 Wita. Tim 1 yang dipimpin oleh Bratu Fandlega bertemu dengan sekelompok warga yang melakukan penyetruman ikan sehingga Bratu Pendegla memberikan tembakan peringatan.

Para penyetrum yang jumlahnya perkirakan mencapai 30 orang justeru melakukan perlawanan. Dua orang penyetrum yang ditembak mengangkat parang bermaksud menyerang petugas yang hanya berjarak dua meter.(Banjarmasin Post/Aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved