Wacana Gambut Raya

Usik Pemprov dan Pemkab Banjar, Kalangan DPRD Kalsel Malah Mendukung, Ini Alasannya

Anggota DPRD Kalsel menyatakan pembentukan Kabupaten Gambut Raya adalah satu alternatif pengembangan wilayah dan menuju pembangunan yang lebih maju.

Usik Pemprov dan Pemkab Banjar, Kalangan DPRD Kalsel Malah Mendukung, Ini Alasannya
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (31/8/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Wacana Kabupaten Gambut Raya tidak hanya mengusik petinggi di Kabupaten Banjar, tapi juga pejabat di Pemerintah Provinsi Kalsel. Ahmad Yani, Karo Pemprov Kalsel menjelaskan bahwa persoalan Gambut Raya belum ada tembusan ke Pemprov Kalsel.

“Wacana ini mencuat dan seingat saya di Kemendagri masih melakukan moratorioum terkait pemekaran wilayah, jadi akan sulit memang untuk bisa membentuknya,” ujarnya.

Kalangan di Rumah Banjar –tempat para anggota DPRD Kalsel berkantor– juga menyoroti persoalan tersebut. Suripno Sumas, anggota DPRD Kalsel menyatakan pembentukan Kabupaten Gambut Raya adalah satu alternatif untuk pengembangan wilayah dan menuju pembangunan yang lebih maju.

“Secara pribadi saya menyambut positif, karena wilayah yang bakal menjadi Kabupaten Gambut Raya secara geografis cukup strategis. Belum potensi sumber daya manusia (SDM) maupun kewilayahan dan sumber daya alam (SDA) sebagai pendukung, jadi saya mendukung untuk itu,” sebut politisi PKB tersebut.

Suripno masih ingat sejarah awal yang mengusulkan Gambut Raya. “Dulu penuntutan pembentukan Kabupaten Gambut Raya bermula dari hasil musyawarah besar masyarakat bersama tokoh di wilayah itu yang berlangsung di madrasah aliyah negeri (MAN) Kecamatan Gambut tahun 1999,” ceritanya.

Ketika itu, sebut dia, salah satu hasil mubes menunjuk dirinya sebagai ketua penuntut kabupaten Gambut Raya. “Tapi karena penolakan pemekaran oleh Pemkab Banjar, serta di antara penuntut ada yang tiada, sehingga gerakan terhenti,” ujar Suripno.

Terkait wacana tersebut kembali, maka mengenai kepanitiaan penuntut pembentukan Kabupaten Gambut Raya, sebaiknya bertukar pikiran atau melibatkan panitia penuntut terdahulu atau tahun 1999 guna lebih memperkuat perjuangan. “Untuk bertukar pikiran lah,” sebutnya. (lis/wid)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (31/8/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved