KPK Lakukan OTT

Baru Terungkap! Ternyata KPK Pernah Pinjam Rp 5 Miliar ke Probosutedjo untuk OTT Pegawai MA

Presiden Kongres Advokat Indonesia Indra Sahnun Lubis mengatakan, KPK meminjam uang Rp 5 miliar dari pengusaha Probosutedjo.

Baru Terungkap! Ternyata KPK Pernah Pinjam Rp 5 Miliar ke Probosutedjo untuk OTT Pegawai MA
tribunnews.com
Suasana lobi Gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Minggu (19/2/2017). Gedung baru KPK berlantai 16 dan mempunyai luas bangunan total 30.040 m2, serta terdapat 72 ruang penyidikan dan penyelidikan atau ruang pemeriksaan (riksa) dan ruang tahanan mencapai 37 kapasitas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panitia Khusus (Pansus) Angket DPR tentang Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan sejumlah advokat, mengungkap fakta baru.

Presiden Kongres Advokat Indonesia Indra Sahnun Lubis mengatakan, KPK meminjam uang Rp 5 miliar dari pengusaha Probosutedjo.

Menurut Indra, uang itu digunakan KPK untuk menjebak oknum pegawai Mahkamah Agung dalam operasi tangkap tangan.

Indra menjelaskan, uang Rp 5 miliar yang dipinjam untuk menjebak pegawai MA itu diserahkan langsung oleh Probosutedjo.

Informasi itu berdasarkan pengakuan langsung dari Probosutedjo selaku kliennya.

"Pak Probosutedjo menyediakan uang Rp 5 miliar. Mereka (KPK) pinjam untuk menjebak," ungkap Indra di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Saat itu, kata Indra, adik Presiden kedua RI Soeharto ini disadap oleh penyidik KPK akan memberi suap kepada sejumlah pegaiwai di Mahkamah Agung pada 2006.

Probosutedjo awalnya mengajukan kasasi terkait kasus korupsi penyelewengan dana reboisasi milik pemerintah sebesar Rp 100,9 miliar.

Saat itu, sejumlah penyidik KPK datang ke kediaman Probosutedjo untuk meminjam uang Rp 5 miliar.

Uang suap itu hendak dijadikan alat menjebak pegawai MA yang datang ke kediaman Probosutedjo.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help