Berita Martapura

Bocah Ini Keliling Menyemir Sepatu, Selain untuk Bayar Sewa Rumah, Ada Tujuan Mulia Lainnya

demi mengumpulkan lembaran rupiah di tengah usianya yang belia, Azril rela menempuh perjalanan yang cukup jauh, meskipun menaiki angkot.

Bocah Ini Keliling Menyemir Sepatu, Selain untuk Bayar Sewa Rumah, Ada Tujuan Mulia Lainnya
Banjarmasinpost.co.id/Abdul Ghani
Muhammad Azril Azim, bocah penyemir sepatu yang memiliki niat mulia.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Anggota Polsek Gambut Polres Banjar Kalsel kedatangan tamu tak diundang, Rabu (6/9/2017) siang.

Dia adalah Muhammad Azril Azim, seorang penyemir sepatu yang masih anak-anak.

Tanpa malu, bocah berusia 10 tahun tersebut kemudian menawarkan jasa menyemir sepatunya kepada anggota jaga.

Hingga dua pasang sepatu pun akhirnya membuat dua otot sudut bibir tertarik siang itu.

Wajar saja, demi mengumpulkan lembaran rupiah di tengah usianya yang belia, Azril rela menempuh perjalanan yang cukup jauh, meskipun menaiki angkot.

Tidak hanya itu, dia juga kerap memasuki pertokoan, kantor hingga pasar demi pasar tanpa harus merasa takut atau malu untuk menawarkan jasa menyemirnya ke para lelaki bersatu pantofel.

"Rumah saya di Pekapuran. Tadi ke sini naik angkot. Saya menyemir biasanya bila sudah pulang sekolah," ujarnya kepada anggota Polsek Gambut, Aipda Yanto.

Azril mengaku menekuni pekerjaan tersebut, selain membantu orangtuanya untuk membayar sewa rumah.

Dia berencana uang yang ditabungnya melalui menyemir sepatu, ke depan bisa memberangkatkan ibunya ke tanah suci Mekkah.

"Kalau cita-cita Azril pengen jadi polisi. Azril juga pengen memberangkatkan mama haji lewat uang tabungan sisa menyemir dan membayar sewa rumah," ujarnya.

Hingga selang menyelesaikan dua pasang sepatu yang semula disemirnya, Azril pun kemudian beranjak pergi, Rabu sekitar pukul 13.30 Wita.

Seketika, perbincangan singkat bocah penyemir sepatu itu pun membuat anggota Polsek Gambut, Aipda Yanto iba. Pasalnya, di tengah usia Azril yang masih muda, namun tidak menyurutkan semangatnya memiliki niat mulia terhadap orangtua.

"Ya, kesan saya merasa iba. Karena bila biasanya menemui anak seusia dia menghabiskan waktu dengan bermain, tapi Azril tidak. Dia malah bergelut dengan kerasnya dunia pekerjaan, sehingga harus merelakan masa kecilnya, " ungkap Aipda Yanto.

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved