Kriminalitas Hulu Sungai Selatan

Gara-gara Benda Ini Terselip di Pinggang, Asfani Digelandang Polisi

Pelaku diamankan pada saat anggota Polsek Padang Batung dipimpin oleh Kapolsek Padang Batung Iptu Imam Suryana

Gara-gara Benda Ini Terselip di Pinggang, Asfani Digelandang Polisi
ivanov
ilustrasi Razia Sajam

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Polsek Padang Batung mengamankan pemuda yang menyimpan senjata tajam pada giat operasi pekat yang digelar, Selasa (5/9/2017) Pukul 22.00 Wita.

Saat giat di Desa Batu Bini, Kecamatan Padang Batung, Asfani (25) diamankan karena membawa dan menyimpan senjata tajam tanpa izin.

Jenis senjata tajam penikam penusuk jenis pisau lengkap dengan sarung dan gagang terbuat dari kayu warna kuning hitam dengan panjang besi 15,5 cm, lebar 3 cm dan panjang keseluruhan 24 cm.

Pelaku diamankan pada saat anggota Polsek Padang Batung dipimpin oleh Kapolsek Padang Batung Iptu Imam Suryana melaksanakan kegiatan operasi pekat di wilayah hukumnya.

Saat berada di lokasi, anggota ada melihat orang yang mencurigakan dan setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan senjata tajam penikam penusuk diselipkan di pinggang sebelah kiri di balik bajunya.

Di lokasi terpisah, pukul 22.45 Wita, di Jalan Ahmad Yani Desa Angkinang Kecamatan Angkinang diamankan M Noor (40).

Warga Sungai Paring, Kandangan ini menyimpan senjata tajam penikam jenis taji dengan ukuran panjang besi 13,7 cm, lebar besi 0,6 cm, panjang keseluruhan 22 cm lengkap dengan sarung dan gagang terbuat dari kayu warna kuning.

Sebelum diamankan, pelaku sedang mengendarai sepeda motor Honda Vario 125 cc warna hitam dengan Nopol DA 6067 DT. Saat dilakukan pemeriksaan senjata penikam penusuk tersebut disimpan di bawah jok sepeda motor.

Kepada petugas, Rabu (6/9/2017), mereka mengakui senjata tajam itu memang miliknya. Mereka membawa sajam untuk jaga diri.

"Saya diamankan karena menyimpan sajam yang saya sembunyikan di jok motor, saat ada pemeriksaan," kata M Noor.

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK melalui Kasat Reskrim HSS AKP Reza Bramantya membenarkan telah mengamankan tiga pelaku yang menyimpan sajam tanpa izin.

"Mereka diamankan saat anggota Polsek setempat melakukan giat operasi pekat," katanya, Rabu (6/9/2017).

Tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman kurungan penjara maksimal 10 tahun penjara.

Penulis: Aprianto
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved