BanjarmasinPost/

Komunitas

'Main Tanah, Yok' Kembali Digelar di Batulicin

Komunitas motor di Tanah Bumbu yang menyebut dirinya dengan Tanah Bumbu Motorcycles Enthusiast mengadakan event yang tak biasa

'Main Tanah, Yok' Kembali Digelar di Batulicin
Istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID - Komunitas motor di Tanah Bumbu yang menyebut dirinya dengan Tanah Bumbu Motorcycles Enthusiast mengadakan event yang tak biasa dilakukan oleh penikmat motor.

Motor dengan berbagai jenis; bratstyle, tracker, japstyle, classic, bespa, street cub dan lainnya, berlaga di jalur dirt track. Jalur yang biasanya digunakan untuk kompetisi motor Grass Track.

Bertempat di Pal 8 Jalan Kodeco, tanggal 3 September 2017 silam. Acara ini bukanlah event kompetisi balapan motor pada umumnya, "Kami hanya mencoba maksimalkan kemampuan motor custom yang kami miliki, dan bersenang-senang dengan teman-teman sepermotoran", kata Richie salah satu peserta dan penggagas acara.

Lebih kurang puluhan motor ikut andil, bahkan ada beberapa motor yang bagian motornya rusak, seperti yang dialami Sugi, "Nah, copot dah lampu belakangku!" teriak Sugi sambil tertawa, disusul celotehan teman lainnya menanggapi hal itu.

Event ini adalah ajang silaturahmi antar penyuka motor di Tanah Bumbu dan sekitarnya. Tak ada kompetisi, yang ada hanya silaturahmi sambil menjajal motor di jalur tanah dan berlumpur.

Ini kali keduanya "Main Tanah, Yok!" digelar, respon dari penyuka motor di Tanah Bumbu pun beragam, karena acara seperti ini belum pernah dilakukan sebelumnya.

"Biasanya yang main di jalur tanah dan lumpur itu motor trail, tapi ini tidak, motor selain trail yang 'main' begini" kata Leo salah satu peserta.

Tidak ada hadiah apapun yang diperebutkan di event ini, hanya ada keseruan dan rasa kebersamaan antar penyuka motor roda dua di Tanah Bumbu.

Selain itu, hal ini tidak mengganggu ketertiban jalan raya, karena dilakukan di area yang memang diperuntukkan untuk grass track. Bahkan dapat menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar yang kebetulan lewat di sekitar track.

Walaupun berlangsung hanya 2 jam saja, dari jam 4 sore hingga jam 6, namun memberikan kesan baik bagi peserta dan penonton.

Rencananya, "Main Tanah, Yok!" akan digelar rutin, waktunya tidak ditentukan, "Nanti pas kita ada waktu aja, soalnya yang lain kan pada sibuk bekerja, jangan sampai menjadi beban bagi penyelenggara.

Karena konsep acara ini adalah 'fun', jangan ada beban, agar 'fun'nya nggak hilang", kata Rois, salah satu peserta yang pula selalu mendukung acara komunitas di Tanah Bumbu melalui 69 Project nya.

Ditambahkan oleh Richie, "Kami tidak membentuk kepanitiaan, ini hanya kolektif dari teman-teman saja, ada yang mendukung melalui dokumentasi acara, bahkan konsumsinya, semua mendukung dengan sukarela".  (*)

Penulis: Restudia
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help