BanjarmasinPost/
Home »

Kolom

» Tajuk

Saatnya Beralih ke TPA Regional

Diduga, pencemaran sungai tersebut akibat limpasan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Basirih.

Saatnya Beralih ke TPA Regional
BPost Cetak
Tajuk Bpost 

SUDAH lama warga Desa Handil Bujur, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar tak berani menggunakan air sungai setempat untuk minum karena kualitasnya yang sudah tidak layak. Fakta tersebut dikuatkan dengan hasil dari sampel air yang diuji di laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Banjarbaru oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjar.

Diduga, pencemaran sungai tersebut akibat limpasan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Basirih. Kebetulan, TPA Basirih yang berlokasi di wilayah Kota Banjarmasin tapi berbatasan dengan Kabupaten Banjar. Hasil pengujian sampel, memang hanya pencemaran ringan. Namun, sampel diambi saat kondisi air bagus. Bagaimana jika sedang hujan dan kondisi air tercampur limpasan sampah?

DLH Banjar tak bisa berbuat banyak karena TPA Basirih milik Pemko Banjarmasin. Pihak DLH Banjar juga tak bisa mengambil sampel air di lingkungan TPA sebagai pembanding, karena bukan wilayah hukumnya. Sementara Pemko Banjarmasin tidak menerima pencemaran air akibat adanya TPA Basirih. Apalagi pihak pengelola TPA Basirih menjamin air lindi hasil pengolahan sampah tidak mencemari lingkungan setempat.

Persoalan pencemaran ini bak api dalam sekam. Suatu saat bisa meledak hebat jika tidak ada langkah-langkah untuk antisipasi. Lokasinya yang berbatasan antara Banjar-Banjarmasin membuat friksi gampang terpupuk. Sementara, tidak ada perjanjian atau memorandum of understanding (MoU) tentang bagaimana menangani kemungkinan terburuk jika TPA Basirih mencemari lingkungan tetangga.

TPA Basirih menjadi salah satu poin penting bagi Kota Banjarmasin dalam meraih piala Adipura. Selama dua tahun berturut-turut TPA Basirih menyumbang poin cukup besar dalam akumulasi penilaian penghargaan kota terbersih se-Indonesia itu. Alangkah riskan jika di satu sisi TPA Basirih bermanfaat bagi Banjarmasin tapi berdampak buruk bagi kabupaten tetangga.

Sudah saatnya pemerintahan terkait dan saling berdekatan untuk merumuskan, menetapkan satu tempat bersama sebagai TPA regional. Pemangku kebijakan di Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Baritokuala dan Tanahlaut jangan lagi menguatkan ego sektoral, hanya memikirkan wilayah sendiri. TPA regional merupakan solusi paling tepat untuk mengatasi problem sampah.

Membikin TPA di masing-masing daerah adalah suatu pemborosan. Menempatkan TPA di dekat permukiman atau agak ke tengah kota tentu juga bukan keputusan yang bijak. Menempatkan TPA di perbatasan juga bakal memunculkan persoalan baru. Jika semua bikin TPA dan ditempatkan di perbatasan pemkab dan kota, friksi kembali timbul. Tentu lebih baik meredam jauh-jauh hari dampak negatifnya.

Dapat dipastikan, Banjarmasin sudah tidak bisa lagi memindah TPA ke kawasan lain. Jika tidak berpikir secara regional, upaya satu-satunya adalah menjaga TPA Basirih agar tidak terlampau membawa dampak negatif ke lingkungan sekitar. Namun, sampai kapan hal itu bisa dilakukan?

Apalagi, dalam lima sampai tujuh tahun ke depan, TPA Basirih diprediksi sudah tidak bisa menampung sampah warga. Jika tidak diantisipasi dari sekarang, problem sampah ini jadi malapetaka di masa mendatang. TPA regional hanya satu bagian dari konsep pengembangan Kota Banjarmasin menjadi Banjarbakula, yang hingga kini progresnya tak terdengar lagi. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help