BanjarmasinPost/

Travel Banjarmasin

Waduh! Panitera Cantik Ini Merasakan Ada Ganjalan Ketika ke Siring Nol Kilometer Banjarmasin

Tempat ini bisa digunakan warga untuk refreshing, melepas penat atau pun untuk jalan-jalan berkumpul bersama keluarga, juga bisa menjadi ikon kota Ban

Waduh! Panitera Cantik Ini Merasakan Ada Ganjalan Ketika ke Siring Nol Kilometer Banjarmasin
istimewa
Aulia Rahmi SH 

BANJARMASINPOST.CO.ID - ADANYA Sring Nol kilometer di Tengah Kota Banjarmasin di tepian Sungai Martapura, Kalimantan Selatan merupakan suatu kemajuan dalam hal ruang terbuka hijau di kota Berjulukan "Seribu Sungai" ini.

Tempat ini bisa digunakan warga untuk refreshing, melepas penat atau pun untuk jalan-jalan berkumpul bersama keluarga, juga bisa menjadi ikon kota Banjarmasin.

Satu warga Banua yang juga Pegawai Negeri Sipil (Panitera Pengganti di PN Banjarmasin) Aulia Rahmi SH saat berbincang dengan Insight mengaku ada sedikit mengganggu yaitu kebersihan yang tidak dijaga dan belum adanya smoking area.

"Mengenai kebersihan, di wilayah siring tersebut kurang dijaga oleh pengunjung, padahal Pemerintah sudah menyediakan tempat-tempat sampah, namun masih saja terlihat sampah dimana-mana. Hal ini begitu miris, karena merupakan gambaran dari budaya bersih yang masih minim di masyarakat banjarmasin," papar istri dari Aulia Rahman SH MH ini.

Menurutnya, kita tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan yang disediakan Pemerintah untuk menjaga kebersihan di sepanjang siring Kota Banjarmasin tersebut, melainkan juga harus dijaga bersama-sama oleh setiap orang yang berkunjung kesana.

Selain itu ia melihat adalah belum adanya smoking area, padahal disana merupakan tempat berkumpul warga banjarmasin bersama keluarga dan anak-anak,
"Ada baiknya disediakan smoking area di beberapa sudut agar para perokok tidak merokok disembarang tempat, karena bagaimanapun asap rokok sangat tidak baik terutama untuk anak-anak," ucap ibu dari M Adzin Zaheen Muaiqly ini.

Selain itu sebaiknya disediakan kamera pengawas serta petugas yang mengawasi dan menegur jika ada yang membuang sampah tidak pada tempatnya serta merokok disembarang tempat.

"Kita harus belajar dari Negeri Ginseng Korea yang mana sanksi untuk perokok yang merokok tidak di smoking area akan didenda dengan jumlah uang yang cukup besar, dengan begitu masyarakat akan berusaha untuk mentaati," jelasnya.

Jika lingkungan siring tersebut bersih bebas sampah dan asap rokok, kita pun akan merasa nyaman berkumpul bersama anak-anak disana.(irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help