BanjarmasinPost/
Home »

News

» Sains

Sains

Waspada! Gas Metana Ternyata Mampu Memanaskan Bumi 21 Kali Lipat dari CO2

Gas metana merupakan salah satu penyebab pemanasan global. Bahkan, gas tersebut memiliki potensi lebih besar ketimbang gas karbon dioksida

Waspada! Gas Metana Ternyata Mampu Memanaskan Bumi 21 Kali Lipat dari CO2
banjarmasinpost.co.id/m elhami
Gas metan di TPA Batumerah, Balangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gas metana, bukan sembarang gas, ternyata sangat berbahaya bagi bumi. Untuk itu butuh peran masyarakat dalam mengurangi risiko besarnya gas metana.

Gas metana merupakan salah satu penyebab pemanasan global. Bahkan, gas tersebut memiliki potensi lebih besar ketimbang gas karbon dioksida (CO2). Gas metana memiliki nilai Global Warming Potensial (GWP) 21. Artinya, setiap molekul metana mampu memanaskan 21 kali lipat dari molekul CO2.

Selain itu, berbeda dengan gas CO2, gas metana tidak dapat diserap oleh klorofil tumbuhan. Gas metana dapat berasal dari sumber-sumber alamiah, yaitu emisi geologis, danau, tumbuh-tumbuhan. Gas ini juga dapat berasal dari kegiatan manusia, seperti penambangan, pemakaian bahan bakar, kegiatan peternakan, dan pembuangan sampah.

Namun, yang menjadi sorotan dan hingga kini masih menjadi kontroversi adalah emisi gas metana dalam jumlah besar juga dapat berasal dari waduk dan bendungan.

Potensi waduk dan bendungan sebagai penghasil gas metana sangat dipengaruhi oleh kondisi lahan waduk sebelum dialiri, kondisi kualitas air waduk, dan kondisi waduk itu sendiri.

Hal tersebut terungkap dari makalah yang dipresentasikan pada Kolokium Puslitbang Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum di Bandung 2013 lalu, berjudul "Emisi Gas Metana dari Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur". Dari presentasi ini terlihat, bahwa tidak semua orang mengetahui bahwa waduk dan bendungan juga mampu menghasilkan gas metana.

Menurut Peneliti Teknologi Lingkungan Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Yayu Sofia, Tontowi, S. Simon Brahmana, dan Sukmawati mengatakan Waduk Saguling juga mengandung bahan organik paling besar dan paling subur. Akibatnya, tumbuhan eceng gondok tampak mampu tumbuh dengan subur di waduk tersebut. Jika dibandingkan dengan nilai rata-rata waduk di Brazil, Panama, dan Guyana, emisi gas metana di Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur ternyata lebih tinggi.(kompas.com)

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help