Begini Semestinya Perilaku Seseorang Setelah Bergelar Haji

Beberapa rukun haji memiliki pesan tersirat dalam kehidupan. Coba perhatikan pelaksanaan tawaf, berkeliling Kakbah tujuh kali

Begini Semestinya Perilaku Seseorang Setelah Bergelar Haji
banjarmasinpost.co.id/Salmah
Drs H Bahran Noor Haira MAg, pengurus NU Kalsel dan MUI Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang yang sudah berhaji memang idealnya harus bisa menunjukan kehajiannya melalui lisan dan perbuatan. Sehingga pengorbanan dan jerih payah yang dilakukan untuk berangkat haji sebanding dengan hasil.

Drs H Bahran Noor Haira MAg, pengurus NU Kalsel dan MUI Kalsel, memaparkan, kenapa kita dipanggil berhaji?

Ini sebagai isyarat bahwa manusia sering lupa dengan Allah SWT. Dengan beribadah di rumah Allah maka kita kembali diingatkan untuk selalu dekat dengan sang pencipta.

"Beberapa rukun haji memiliki pesan tersirat dalam kehidupan. Coba perhatikan pelaksanaan tawaf, berkeliling Kakbah tujuh kali. Ini sebagai bentuk meyakini diri selalu tidak mau lepas dengan Allah SWT dalam kehidupan. Baik pikiran dan perasaan. Penguatan akidah kehidupan," jelasnya.

Adalagi Sa'i. Dalam pelaksanaannya kita diharuskan terus berusaha dalam kehidupan, sebagaimana berjalan dari Shafa sampai ke Marwa.

Kemudian melempar Jamarat. Sebagaimana Nabi Ibrahim yang diganggu setan saat akan menuruti perintah Allah SWT untuk mengurbankan anaknya. Beliau lempar setan itu dengan batu. Maknanya dalam haji adalah janganlah kita terombang-ambing dalam kehidupan karena gangguan setan.

Bagaimana idealnya setelah kita pulang berhaji? Jika ibadah haji kita mabrur, maka balasannya adalah surga. Ini menuntut kedekatan luar biasa dengan Allah SWT.

Saat shalat Arbain di Madinah itu menandakan bahwa kita harus membiasakan shalat berjamaah. Sering baca Alquran. Jadikan itu sebagai kebutuhan keseharian.

Dengan beribadah haji ada seharusnya ada penguatan spiritual. Agar jiwa kita tidak kosong, perbanyak istighfar dan beribadah.

Pulang dari ibadah haji, maka segala ketaatan selama menunaikan haji harus dipertahankan. Bukan sebaliknya.

Jadi ibadah haji adalah salah satu proses menuju peningkatan ketakwaan seorang hamba. (*)

Penulis: Salmah
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved