Berita Hulu Sungai Utara

Penderita Gangguan Jiwa Bawa Pisau, Begini Cara Polisi Ini Membujuknya Menyerahkan Senjata

Dia sering mengamuk tanpa sebab hingga membawa senjata tajam berupa pisau yang disematkan di pinggangnya.

Penderita Gangguan Jiwa Bawa Pisau, Begini Cara Polisi Ini Membujuknya Menyerahkan Senjata
Istimewa
Bhabinkamtibmas Polsek Alabio Brigadir Aribowo Setyoko saat membonceng Imis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Warga Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai Tengah sempat dibuat khawatir dengan seorang penderita gangguan jiwa yang sering berkeliaran area Pasar unggas Sungai Malang.

Imis, lelaki paruhbaya warga Desa Palampitan Hilir memang dikenal memiliki gangguan kejiwaan sejak dua tahun lalu. Namun belakangan semakin menjadi.

Dia sering mengamuk tanpa sebab hingga membawa senjata tajam berupa pisau yang disematkan di pinggangnya.

Warga tak berani menegur karena khawatir akan mengamuk dan melukai orang lain.

Hingga Kakak Imis yaitu Husni melaporkan hal tersebut ke Bhabinkamtibmas Polsek Alabio Brigadir Aribowo Setyoko yang tinggal tak jauh dari rumah Husni.

Dia meminta tolong agar adiknya diamankan dan diborgol karena sudah tak satu pun orang yang didengarkannya bahkan anggota keluarga.

Akhirnya, Brigadir Aribowo mencoba untuk membujuk Imis agar mau menyerahkan senjata tajam yang selalu dibawanya. Dengan sabar Brigadir Aribowo meyakinkan Imis bahwa dia tidak dipolisikan.

Imis diminta untuk datang ke rumah Brigadir Aribowo dan mengobrol cukup lama.

Meskipun pihak keluarga meminta agar Imis bisa diamankan dan diborgol agar tidak mengkhawatirkan warga lain, namun Brigadir Aribowo lebih memilih untuk mengantarkan Imis ke Rumah Sakit Pembalah Batung, Rabu (6/9/2017).

Dengan menggunakan sepeda motor Brigadir Aribowo membonceng Imis menuju RSUD Pembalah Batung untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Pihak Rumah sakit juga berencana untuk membawa ke Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.

Bhabinkamtibmas Polsek Alabio Brigadir Aribowo Setyoko saat membonceng Imis.
Bhabinkamtibmas Polsek Alabio Brigadir Aribowo Setyoko saat membonceng Imis. (Istimewa)

Brigadir Aribowo mengatakan, dia merasa tak tega jika harus mempolisikan orang yang gangguan jiwa.

Brigadir Aribowo Setyoko saat membawa Imis ke rumah sakit (istimewa)

"Dengan diberi perawatan medis berharap kondisinya bisa membaik dan tidak lagi membahayakan orang lain," ujarnya.

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved