Berita Jakarta

Pemberlakuan Perpres Tentang Penguatan Pendidikan Karakter, Permen Jangan Membingunkan

Anggota Komisi X DPR RI mengungkapkan ada sejumlah hal yang perlu disempurnakan dari Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter

Pemberlakuan Perpres Tentang Penguatan Pendidikan Karakter, Permen Jangan Membingunkan
KOMPAS.com
Presiden Joko Widodo bersama pimpinan ormas mengumumkan Perpres 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/9/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati mengungkapkan ada sejumlah hal yang perlu disempurnakan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter dalam peraturan turunannya yaitu Peraturan Menteri pada tataran teknisnya.

 “Perpres itu tak berarti apa-apa kalau peraturan menteri atau Permen-nya dan petunjuk taknisnya di lapangan membingungkan masyarakat.

Karena itu, Permennya jangan sampai membingungkan,” kata Reni Marlinawati mengomentari soal Perpres Pendidikan Berkarakter di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/9/2017). 

Pengalaman dalam dunia pendidikan dengan sering ganti menteri ganti kebijakan, yang membuat bingung itu adalah para pendidik di daerah.

Sebab, terjadi multi tafsir yang akhirnya ada dua pendapat, para guru melihat menteri yang mengeluarkan kebijakan tidak mengerti persoalan yang dihadapi. Sedangkan pendapat kedua menteri yang menilai para guru tidak mengerti kebijakan yang dikeluarkan.

“Akhirnya karena beda pendapat tidak kettemu satu titik mengatasi persoalan,” ucap Leni.

Sementara Pengamat Pendidikan juga Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, mengapresiasi Perpres tersebut karena sesuai dengan komitmen Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantoro, yaitu tempat terbaik pendidikan karakter itu adalah di sekolah. 

Sehingga dari sekolah akan terbangun budaya sekolah dan semua yang bertanggungjawab terhadap sekolah harus baik, agar semua siswa-siswinya bisa menyontoh dengan baik.

“Tidak mungkin semua aturan pendidikan karakter itu diterapkan di sekolah, sehingga selebihnya ada pada keluarga dan masyarakat. Tak bisa hanya minta anak jujur, tanpa ada contoh dari guru, orang tua dan masyarakat. Sekolah pun harus serentak menerapkan pendidikan karakter itu kalau ingin berhasil,” katanya. (*)

Penulis: Murjani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help