Berita Tanahlaut

Pos Satpam PT Candi Artha Dikawal Babinsa

Manajemen PT Lunik Anugerah dan PT Candi Artha menempatkan puluhan pekerja di lokasi lahan yang dirusak agar tidak meluas.

Pos Satpam PT Candi Artha Dikawal Babinsa
banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Manajemen PT Lunik Anugerah dan PT Candi Artha di Desa Tajaupecah, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut menempatkan puluhan pekerja panen buah untuk membangun kemah di lokasi lahan perkebunan kelapa sawit yang dirusak agar tidak meluas, Kamis (7/9/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Pasca pengerusakan puluhan pohon kelapa sawit dan lahan HGU perkebunan PT Lunik Anugerah dan PT Candi Artha, di Desa Jilatan, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (8/9/2017) pukul 18.00 Wita.

Manajemen PT Lunik Anugerah dan PT Candi Artha menempatkan puluhan pekerja di lokasi lahan yang dirusak agar tidak meluas.

Manajemen perusahaan juga meminta bantuan Babinsa se Kecamatan Batuampar mendampingi petugas keamanan perusahaan untuk berjaga di lokasi pengrusakan dan pos masuk areal perkebunan seluas 2650 hektare tersebut, sejak Kamis (7/9/2017) malam ini.

Danposramil Batuampar, Peltu Sudaryono membenarkan penempatan anggota Babinsa itu menjaga agar tidak terjadi gesekan antara pekerja perkebunan kelapa sawit PT Lunik Anugerah dan PT Candi Artha dengan para pelaku yang mengawal alat berat yang masuk lokasi areal HGU PT Lunik Anugerah dan PT Candi Artha.

"Personel Babinsa itu sifatnya mobile patroli kewilayahan menjaga situasi di Kecamatan Batuampar kondusif. Informasi yang saya terima dari pekerja kebun sawit, alat berat itu berani merusak karena dikawal aparat keamanan juga," katanya.

GM PT Lunik Anugerah dan PT Candi Artha, Rudi Susanto mengaku lahan yang dirusak itu sudah kali keempat. Namun, empat kali juga pekerja menanami kembali lahan itu dengan kelapa sawit.

"Legal saya sudah melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian. Lahan yang pohon sawitnya dirusak memang memiliki potensi batu barunya. Dulunya juga pernah digali secara manual. Pohon sawit yang rusak itu siap dipanen," katanya. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help