BanjarmasinPost/
Home »

Video

NEWSVIDEO

Ini Kelebihan Sasirangan Seribu Sungai, Semakin Rumit Desainnya Harganya Bisa Selangit

Namun, keahliannya membuat motif dengan langsung melukisnya di atas kain tanpa mal atau cetakan pola ternyata menjadi kelebihannya.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jemari tangan Wim Ansyori Hamim atau akrab disapa Orie yang memegang spidol tampak lincah menari di selembar kain putih. Meski tanpa mal atau pola, pria bertubuh gempal itu cekatan membuat goresan berbentuk garis, lengkungan dan bulatan hingga membentuk motif cantik nan menawan dan proporsional.

Selama 15 tahun berkecimpung dalam pembuatan motif sasirangan, tentu saja hal itu bukan hal sulit bagi Orie. Namun, keahliannya membuat motif dengan langsung melukisnya di atas kain tanpa mal atau cetakan pola ternyata menjadi kelebihannya.

Hal ini pula yang membuat sasirangan buatannya tampil unik dan eksklusif. Sebab, selain diproduksi terbatas, desain motif yang dibuat Orie pun terbilang baru dibandingkan motif sasirangan yang selama ini beredar di pasaran.

Desainnya motif Seribu Sungai bahkan semakin dikenal dan diminati setelah memenangi lomba desain motif dan kreasi sasirangan yang diselenggarakan Dekranasda Provinsi Kalsel tahun lalu.

“Saya memang tak jual kain, yang saya jual kreativitas dan karya seni,” demikian tandas Orie yang dijumpai di rumah sekaligus etalase produknya di Jalan Aes Nasution Nomor 4, Seberang Mesjid, Banjarmasin Tengah, Kamis (7/9).

Hasil karya pemilik Orie Sasirangan itu bisa dibilang sedang naik daun. Bahkan, para pelanggan tidak segan merogoh kocek dalam agar bisa memiliki sasirangan buatannya yang diproduksi terbatas atau sesuai pesanan. Satu lembar kain sasirangan motif seribu sungai ukuran 2,4 meter paling murah dihargai Rp 1,5 juta sampai Rp 4 juta.

Sedangkan motif sederhana mulai Rp 250 ribu per lembar. Harga ini tentu relatif lebih mahal dari kain sasirangan pada umumnya yang dibanderol kisaran Rp 75 ribu sampai Rp 500 ribuan per potong.

Lalu apa yang membuat sasirangan Orie istimewa? Pria kelahiran 3 Januari 1967 itu pun menceritakan keunikan sasirangan buatannya. Selain dibuat terbatas dan motif langsung dilukis tanpa mal, proses pembuatannya pun relatif lebih rumit.

Motif yang dilukisnya memenuhi kain sehingga menyajikan penampilan yang rumit namun dinilai artistik. Ciri khas motif buatannya adalah banyaknya garis dan pola yang digambar. Umumnya mengangkat kearifan lokal.

Selain motif seribu sungai, Orie juga telah membuat puluhan kreasi lainnya yang diminati seperti motif buih diulak banyu, kelakai, sisik haruan, jukung dan burung enggang. Kendati begitu, Orie mengaku sesekali tetap menggambar motif tradisional yang sudah jamak dikenal. (tim)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help